Bank Mandiri Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Bank Mandiri Wilayah X/ Sulawesi dan Maluku menggelar diskusi Talkshow lewat virtual meeting dengan tema “Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional”. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dicanangkan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Tujuan program PEN melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19. Untuk UMKM, program PEN diharapkan dapat ‘memperpanjang nafas’ UMKM dan meningkatkan kinerja UMKM yang berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Dalam usahanya memulihkan perekonomian, Pemerintah memberikan beberapa dukungan untuk dunia usaha, antara lain dengan menempatkan dana pemerintah di 4 bank BUMN. Penempatan dana tersebut harapannya dapat disalurkan kepada pelaku bisnis khususnya segmen UMKM agar dapat kembali bangkit.

Regional CEO Bank Mandiri wilayah X/ Sulawesi dan Maluku Angga Erlangga Hanafie mengatakan bahwa kalau bicara pemulihan ekonomi nasional tidak bisa hanya satu sektor misalnya pengusaha, tapi juga harus dari pihak regulator. Perbankan harus bisa bergandengan tangan dengan para pengusaha, tapi juga harus berjalan dengan pihak regulasi untuk melihat penerapan protokol di sektor pengusaha seperti restaurant atau perhotelan berjalan atau tidak.

“Harapannya, Bank Mandiri dapat memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan percepatan pemulihan ekonomin nasional di masa pandemi ini”, tutup Angga

Diskusi talkshow lewat virtual meeting dengan tema “Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional” digelar dengan menghadirkan 4 narasumber dari berbagai background yaitu, Prof. Marsuki, Ph.D., DEA (Pengamat Ekonomi/ Rektor IBK Nitro), Dr. Abdul Hayat Gani, M.Si (Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan), Anggiat Sinaga (Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan/ CEO PT. Phinisi Hospitality Indonesia), dan Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, S.H SIK M.H (Kapolrestabes Makassar). Talkshow yang berlangsung 2 jam tersebut diikuti kurang lebih 120 peserta dari Bank Mandiri Sulawesi dan Maluku.

Dalam acara tersebut Prof. Marsuki sebagai pengamat ekonomi memberikan pandangannya tentang kondisi ekonomi wilayah Sulawesi dan Maluku. Beliau mengatakan bahwa kita masih harus berjuang lebih kuat untuk perlahan memulihkan perekonomian, khususnya untuk wilayah Sulawesi Selatan yang pertumbuhan ekonominya relatif lebih kecil dibandingkan dengan wilayah lainnya di masa pandemi.

“Penyerapan program stimulan dari pemerintah untuk UMKM juga dinilai masih lambat sekali, masih di angka 22,74% dari total dana yang disipakan pemerintah”, Tuturnya

Dalam acara yang sama, pemerintah daerah yang diwakiili oleh Dr. Abdul Hayat M. Si Seketaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menanggapi dengan optimis pernyataan dari Prof Marsuki tentang pertumbuhan ekonomi Sulsel yang dinilai masih relatif kecil dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi dan Maluku selama masa pandemi.

“Pemerintah daerah Sulsel sendiri sudah menyiapkan beberapa startegi pemulihan ekonomi dengan melakukan inovasi antara lain melalui program lumbung daging, peningkatan ekspor, alih teknologi pertanian, pengembangan sektor peternakan dan pariwisata serta optimalisasi dukungan terhadap UMKM”, ujar Hayat

Berbicara masalah pariwisata erat kaitannya dengan hotel dan restoran, Anggiat Sinaga selaku praktisi di dunia perhotelan sekaligus ketua BPD PHRI Sulsel menyatakan bahwa dari segmen perhotelan khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dalam usaha pemulihan ekonomi masih akan fokus pada segmen MICE. Segmen ini untuk dunia hotel di Sulawesi Selatan dinilai masih cukup potensial.

“pemerintah harus mulai buat lagi kegiatan-kegiatan yang dapat mengoptimalkan potensi segmen hotel, misalnya buat event yang bekerja sama dengan komunitas agar hotel-hotel bisa kembali bangkit”, ujar Anggiat.

Kegiatan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi tidak lepas dari aturan dan protokol kesehatan yang tetap harus dipatuhi sebagai langkah preventif untuk mencegah penularan covid-19.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan angkat bicara terkait protokol dan aturan yang harus dipatuhi masyarakat selama masa new normal ini, “seharusnya kalau protokol dipatuhi oleh berbagai pihak, itu dapat menekan penyebaran covid-19”, ungkap Yudi.

Sinergi dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yaitu pemerintah daerah, regulator, pelaku bisnis dan perbankan menjadi kunci sukses pelaksanaan pemulihan ekonomi. (Komang Ayu)

Komentar

Check Also

TAUZIA Hotels Menerima 29 Travelers’ Choice Awards 2020 dari Tripadvisor

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – TAUZIA Hotels kembali menorehkan prestasi dengan mendapatkan sejumlah penghargaan Travelers’ Choice Awards …

Share This
Mediawarta