Pucuk Cool Jam 2020
Music dan Dance Video ‘Make The Journey Louder’ Menginspirasi Anak Muda Indonesia untuk Terus Berkarya

MEDIAWARTA.COM, BANTAENG – Teknologi kini kian mempermudah para seniman muda untuk menampilkan karya-karya yang telah dibuat diantaranya berupa music video maupun dance video. Namun, dapat bekerja sama dalam sebuah karya dengan sosok yang menginspirasi dibidangnya merupakan impian dari setiap seniman muda. Impian tersebut kini menjadi kenyataan bagi Bina Mentari asal SMAN 4 Bantaeng, Sulawesi Selatan pemenang utama kategori band serta Salvador asal SMA Bopkri 1, Yogyakarta pemenang kategori ekskul. Kedua pemenang semakin mantap untuk meramaikan industri seni kreatif dengan meluncurkan Music & Dance Video “Make The Journey Louder” pada hari ini.

Peluncuran music dan dance video berjudul “Make The Journey Louder” yang lagunya di ciptakan oleh Iga Massardi yang dikenal sebagai songwriter, sekaligus gitaris Band Barasuara dan koreografinya dibuat oleh Mila Rosinta selaku penari profesional hingga proses syuting yang melibatkan sutradara ternama yaitu Aji Yudistira, merupakan hadiah bagi pemenang utama Pucuk Cool Jam 2020 kategori band dan ekskul. Sebelum melakukan proses syuting pun mereka diberi pembekalan terlebih dahulu. Band Bina Mentari diberi pembekalan langsung oleh Iga Massardi dan SAE Indonesia sebagai education partner Pucuk Cool Jam sejak 2017.

Terobosan terbaru di tahun ini adalah untuk pertama kalinya Teh Pucuk Harum melalui program Pucuk Cool Jam 2020 “Make The Journey Louder” memberikan hadiah bagi pemenang kategori ekskul berupa dance camp dan dance video. Group tari Salvador sebagai pemenang kategori ekskul Pucuk Cool Jam 2020 mendapatkan pembekalan lewat dance camp yang diadakan selama 5 hari di Yogyakarta dengan pemateri penari terbaik Indonesia seperti Mila Rosinta dan Didik Ninik Towok.

Brand Manager Teh Pucuk Harum Yustina Amelia mengungkapkan apresiasinya terhadap Bina Mentari dan Salvador yang telah memberikan energi terbaiknya selama menjalani proses rekaman, dance camp hingga syuting music & dance video. Selain itu ia pun menjelaskan bahwa Teh Pucuk Harum untuk kali ketiga kembali memberikan proyek music video dan yang terbaru dan pertama kali adalah sesi dance camp serta dance video ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pengalaman bagi kedua pemenang ini sebagai bentuk langkah awal dalam memasuki industri seni kreatif Indonesia.

“Music & Dance Video adalah wujud apresiasi sekaligus komitmen nyata dari Teh Pucuk Harum sebagai Brand RTD Tea Favorit anak muda untuk memberikan ruang kreatif bagi anak – anak muda dalam berkarya, serta kami memberikan pengalaman yang tak terlupakan dengan membuat sebuah karya yang didampingi oleh orang – orang professional di bidangnya,” ungkap Yustina.

Bagi Bina Mentari yang digawangi oleh Akbar R (Vocal), Ingwi Randanata (Gitar), Jabal Nurdiansyah (Drum), Deny Nereus Marcel Putra (Bass) proyek pembuatan music video ’Make The Journey Louder’ ini menjadi sebuah hal baru sekaligus pengalaman berharga bagi mereka. Menariknya, band asal SMAN 4 Bantaeng, Sulawesi Selatan ini meskipun baru pertama kali menjuarai ajang kompetisi besar seperti Pucuk Cool Jam 2020 namun sudah memiliki segudang prestasi yakni setidaknya 10 kali menjuarai kompetisi band.

“Kami berterima kasih kepada Teh Pucuk Harum yang telah memberikan kesempatan bagi kami Bina Mentari untuk bisa merasakan menjadi seperti musisi professional melalui music video ‘Make The Journey Louder’ ini. Dan kami juga bangga bisa menjadi bagian dari Pucuk Cool Jam, sebuah kompetisi yang tidak hanya memberikan pengalaman berharga tapi juga pembelajaran sekaligus tantangan baru untuk bisa memperdalam skill musikalitas kami sebagai musisi,” seru Ingwi sang gitaris.

Menilik konsep dan makna dari single berjudul ‘Make The Journey Louder’ ini, Iga Massardi sebagai song writer mengungkapkan bahwa lagu ini bisa menjadi sebuah motivasi untuk anak muda dalam meraih cita-citanya.

“Perjalanan tentang sekelompok anak muda yang sedang meraih cita-citanya dari bawah, dengan semangat yang dimiliki, mereka berusaha untuk mewujudkannya bersama. Sedangkan untuk konsep musiknya, pop-rock menjadi genre yang gue usung dalam lagu ini, tapi setelah proses workshop langsung bareng Bina Mentari, arransemen-nya pun kita diskusi dan garap bareng sesuai dengan karakter musik mereka, selain itu energi dan semangat dalam lagu ini jadi lebih terasa,” jelas Iga.

Bagi Gabriela, ketua group Tari Salvador SMA Bopkri 1, Yogyakarta, keterlibatan mereka dalam dance camp hingga proyek pembuatan dance video ’Make The Journey Louder’ merupakan suatu hal baru sekaligus pengalaman yang tak terlupakan. Dan rupanya kompetisi bukan lah hal yang baru bagi Salvador, karena beberapa prestasi telah mereka raih, salah satunya menjadi pemenang utama kategori ekstrakurikuler Pucuk Cool Jam 2020.

”Bangga rasanya bisa merasakan keseruan dance camp dan terlibat langsung dalam pembuatan dance videonya. Ini jadi pengalaman baru buat kita dan juga pengalaman yang ngga akan kita lupain kalo kita udah sukses nanti,” imbuh ketua grup yang akrab dipanggi bella tersebut.

Konsep tari yang dibawakan dalam dance video ini merupakan arahan dari seorang penari profesional yakni Mila Rosinta. “Kami mengusung tari pop dance atau biasa dikenal dengan modern dance dan tak lupa juga tetap ada unsur tradisional di dalamnya. Seperti diawal dan diakhir scene dalam Dance Video ini tari yang ditampilkan adalah pop dance sedangkan ditengah scene, kami berikan sentuhan tari tradisional agar tetap memiliki identitas bahwa Salvador merupakan group tari asal Indonesia,” ujar Mila.

Aji Yudistira, yang kembali menggarap music & dance video “Make The Journey Louder”, rupanya punya cerita lain seputar pembuatan music & dance video yang kali ini memilih lokasi indoor. “Walaupun agak berbeda dengan penggarapan music video sebelumnya, kali ini anak-anak syuting satu persatu tidak berbarengan dengan pengambilan gambar di indoor, gue kagum dan sangat puas sama hasil akhirnya. Bina Mentari dan Salvador juga sangat kooperatif dan kolaboratif serta memiliki kepercayaan diri yang cukup besar meskipun diawal saat syuting harus diberikan pemanasan terlebih dahulu untuk mereka bisa memulai adegan di depan kamera. Tetapi setelah diarahkan dan kami banyak diskusi mengenai detail-detail yang diinginkan, hasilnya pun sangat memuaskan baik dari segi acting maupun performance act mereka,” ujar Aji.

Menggaungkan semangat dalam berkarya yang dibawa oleh Pucuk Cool Jam 2020 tidak hanya terhenti sampai di final pada Februari 2020 lalu namun tetap terbawa sampai pembuatan music & dance video berlangsung ”Dengan melibatkan Bina Mentari dan Salvador dalam penggarapan music & dance video ’Make The Journey Louder’ ini, kami berharap dapat menjadi gerbang pembuka kesuksesan bagi mereka sebagai pengalaman dan gambaran kedepannya dalam melangkah maju ke ranah industri musik dan seni kreatif Indonesia berbekal dari apa yang telah mereka dapatkan selama mengikuti Pucuk Cool Jam persembahan dari Teh Pucuk Harum,” tutup Yustina.

Seperti yang di ketahui, Teh Pucuk Harum, merupakan minuman teh kemasan lokal nomor satu di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan di tahun 2011 produksi PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group), diproduksi secara higienis dengan teknologi canggih Advanced Sterilizing Technology (AST) yang membuat Teh Pucuk Harum tetap terjaga kesegarannya walau tanpa menggunakan tambahan pengawet, ataupun menggunakan pemanis buatan agar nutrisi alaminya tidak hilang dengan aroma Melati yang menyegarkan. Teh Pucuk Harum diambil dari pucuk teh pilihan (pucuk teh paling atas) serta diseduh dengan baik dan halal untuk dikonsumsi.(Komang Ayu)

Komentar

Check Also

Pertamina Jemput Bola Tukar Tabung LPG untuk ASN di Pangkep

MEDIAWARTA.COM, PANGKEP – Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan No. 540/533/DESDM tanggal 7 …

Share This
Mediawarta