Tangkal Hoax Agar Selalu Aman Dan Nyaman Bermedia Sosial

MEDIAWARTA.COM, MANADO – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan virtual berupa Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” pada 17 Juni 2021 di Manado, Sulawesi Utara. Pada webinar kedua di Manado, membahas topik “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”. tersebut dihadiri sebanyak 1109 peserta dan dimoderatori oleh Linda Setiawati selaku aktivis perempuan dengan menghadirkan narasumber, diantaranya Indah Arifah Febriany selaku pendiri The Emotional Human Reaction in Refreshing Incident, Daniel Tampi selaku pendiri Kawanua Creative, Dr Taufani MA selaku Dosen IAIN Manado, serta Rezky Firmansyah selaku Konsultan Penulis. Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Narasumber pertama, Indah Azifah Febriany, membawakan materi “Digital Skill: Bagaimana Cara Mengelola Media Sosial”. Menurutnya, warganet perlu membekali diri dengan kemampuan menulis agar dapat membuat konten yang menarik. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak membaca. “Menulis konten harus konsisten. Selain itu, buatlah konten edukasi 60% lebih banyak dari konten lainnya,” tutur Indah. 

Materi kedua bertema “Digital Ethics: Etika Bermedia Sosial” yang dibawakan oleh Dr Taufani MA. Menurut dia, penyebaran hoaks masih menjadi permasalahan di media sosial. Bahkan, tokoh-tokoh nasional berpengaruh kadang turut larut dalam berita bohong yang tidak jelas sumbernya. 

Lebih lanjut, Taufani menyoroti banyak warganet terjerumus lingkaran berita bohong lantaran kerap berkunjung ke laman atau lini masa terkait konten tersebut. “Inilah yang dinamakan algoritma digital. Anda akan terjebak oleh kebodohan yang Anda ciptakan sendiri. Dengan demikian, selalu periksa informasi dengan membandingkannya dari media yang terpercaya,” pesan Taufani. 

Pemateri ketiga, Rezky Firmansyah, membawakan materi “Digital Culture: Hidup di Dua Dunia”. Menurut dia, orang yang aktif di media sosial ibarat hidup di dua alam, yakni kehidupan nyata dan jagat maya. Kedua dunia ini memiliki energi yang sangat berbeda, sehingga harus bijak dalam menempatkan diri. 

Warganet yang memiliki literasi digital mestinya bisa berperan aktif dan positif di dunia maya seperti menangkal hoaks dari akun milik teman atau kerabatnya. “Digital memang mempercepat, tetapi belum tentu tepat. Media sosial hanyalah sebuah alat, sehingga kita harus bijak dalam menggunakannya,” ujar Rezky.  

Pembicara penutup adalah Daniel Tampi dengan materi digital safety. Menurut dia, keamanan internet adalah kemampuan untuk melindungi diri saat terhubung melalui perangkat digital.  Ancaman yang berpotensi terjadi di media sosial, antara lain pencurian data, pornografi, intimidasi, hingga perundungan siber. “Untuk menghindarinya, kita harus menjaga akun seperti aset berharga, selektif dalam menerima pertemanan di media sosial, tidak sembarangan mengklik tautan, serta menggunakan kata sandi yang kuat,” imbuh Daniel. 

Seminar virtual ini diikuti oleh sedikitnya 96 peserta. Beberapa peserta cukup antusias mengikuti jalannya webinar. Penyelenggara menyediakan 10 voucher dengan nilai masing-masing Rp 100.000 untuk para penanya terbaik.

Kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. 

Komentar

Check Also

Pertamina Sulawesi Tambah Pasokan 900 Ribu Tabung LPG Jelang Idul Adha

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan menyusul di sebagian …

Share This
Mediawarta