Munas AAI, Fokus Benahi Perkembangan Hukum

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Makassar terpilih sebagai lokasi Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Asosiasi Advokat Indonesia (AAI). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, 24-26 Juni 2022, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar.

Ketua Umum AAI Muhammad Ismak menyebut, Munas ini adalah merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya digelar di Bandung. Di mana pelaksanaan Munas kala itu sempat tertunda dan Makassar kemudian terpilih sebagai lokasi kelanjutan Munas.

Fokus Munas AAI ke-VI ini adalah untuk menyelesaikan periode kepengurusan 2015 hingga 2020. Adanya penundaan beberapa tahun sebab pandemi Covid-19 melanda, sementara pelaksanaan Munas idealnya diselenggarakan dengan pertemuan secara langsung.

“Munas sebelumnya dilaksanakan di Bandung, namun karena satu dan lain hal maka tertunda. Kemudian kita mencari alternatif tempat untuk pelaksanaan munas dan Makassar sebagai kota yang dulu direkomendasikan pada saat Rakernas (Rapat Kerja Nasional) dan dijadikan sebagai pilihan mengingat juga banyak hal yang perlu di pertimbangkan,” urai Ismak.

Munas ini, Ismak berharap, semangat kebersamaan sesama profesi Advokat kembali terjalin, utamanya di internal AAI sendiri.

Menurutnya, sangat penting organisasi advokat untuk berbenah diri sebab bukan hanya soal organisasinya, tapi juga keberlangsungan profesi advokat kedepannya.

Tak hanya itu, tuntutan yang diamanatkan pada advokat juga dinilai begitu besar. Kontribusinya terhadap kemajuan negara mulai dari zaman kemerdekaan hingga sekarang sangat dibutuhkan.

Saat ini kontribusi advokat terhadap hukum di Indonesia menurut Ismak sangat minim. Adanya perselisihan-perselisihan dianggap jadi faktornya, sehingga pemikiran positif akan perkembangan hukum nasional tak lagi ada.

“Memang ini juga dalam suasana keprihatinan bagi kami karena hal yang dulunya kita gadang-gadang sebagai salah satu organisasi (AAI) yang sangat solid namun ternyata teman-teman juga ada yang buat kepengurusan baru. Namun demikian kami tetap yakin ke depan jika semangat kebersamaan itu ada, akan tetap bersatu,” sebut Ismak.

Untuk kepengurusan selanjutnya, Ismak dengan tegas menyampaikan tak akan mencalonkan diri lagi. Apalagi dirinya sudah memimpin AAI selama 7 tahun.

“Oleh karena itu melalui Munas, teman-teman semua khususnya untuk anggota AAI jangan lagi kita bercerai berai, harus bersatu. Demikian juga organisasi advokat itu sendiri, harus bisa bersitegas menentukan sikapnya. Kepentingan profesi ini harus kita pentingkan dengan urusan organisasi,” Ismak melanjutkan.

Kedepan organisasi yang didirikan pada 27 Juli 1990 ini diharapkan bisa dipimpin oleh anggota AAI yang masih muda. Sebab, generasi muda AAI dianggap jalan keluar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada saat ini.

“Kita tidak kekurangan calon-calon ketua umum. Tapi kalau saya melihat masa depan advokat ada di tangan yang muda-muda, oleh karena itu AAI harus di tangan yang muda untuk meyelesaikan ini,” paparnya

“Karena persoalan-persoalan advokat ini sudah berlarut-larut, maka kita berikan lah kesempatan pada yang muda-muda untuk menyelesaikan semuanya,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AAI Makassar, Hasman Usman menyampaikan, kegiatan yang digelar sekali dalam 5 tahun ini telah mendapat surat izin dari pemerintah daerah.

Termasuk izin pelaksana kegiatan di masa pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Polrestabes Makassar.

“Peserta itu sebenarnya ada sekitar dua ribuan lebih. Kandidat ketua itu sampai hari ini kita dengar masih satu orang. Tapi mudah-mudahan sebentar dalam perkembangannya ada peserta lain. Salah satunya pak Arman Hanis dari Jakarta, beliau juga pengurus di Jakarta,” sebut Hasman Usman.

Namun jika tak ada calon lain maka pemilihan ketua umum digelar secara aklamasi. Fungsi dari ketua sendiri adalah bagaimana kemudian bisa mengakomodir seluruh kepentingan anggota seperti menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan, seperti pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan lainnya.

“Kemudian diadakan ujian-ujian advokat hinga pelaksanaan sumpah, sampai dengan magang. Kalau anggota AAI di Makassar sampai 600,” tandasnya.