Kaji Kualitas Air Kemasan Raumah Plus & HPlus, Tim Riset UNIFA : Sudah Lolos Uji & Banyak Kelebihannya

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Tim riset independen Fakultas Pascasarjana Universitas Fajar (FPS-UNIFA) telah melakukan uji kualitas dan kelayakan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Raumah plus dan Hplus yang dikelola PT. Anugerah bersama Perkasa. Pabrik air minum ini berlokasi di Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil analisis kualitas dan kelayakan yang di lakukan oleh tim peneliti Fakultas Pascasarjana UNIFA selama enam bulan, melalui surat kerja sama antara kelompok riset Pascasarjana UNIFA dengan PT. Anugerah Bersama Perkasa sebagai produsen AMDK Raumah plus dan HPlus dinyatakan bahwa kedua air minum tersebut telah memenuhi standar kualitas pada semua parameter terkait dengan kualitas air minum dalam kemasan yang meliputi kriteria fisika dengan 5 parameter, kriteria kimia 16 parameter dan Kriteria mikrobiologi 3 parameter.

Dr Ismail Marzuki SSi MSi selaku ketua tim riset menyampaikan bahwa hasil analisis tim riset independen disimpulkan bahwa AMDK Raumah Plus dan HPlus sangat layak sebagai air minum langsung karena memenuhi semua parameter yang telah di ujikan.

“Air minum Raumah Plus & HPlus sangat layak untuk diminum/dikonsumsi”. Ucap dosen kimia ini.

Selanjutnya, Ismail Marzuki menambahkan bahwa nilai-nilai yang diperoleh sangat jauh di bawah nilai ambang batas air minum. Misalnya untuk kriteria fisika parameter kekeruhan yang di perbolehkan dgn NTU 25, sedangkan pada Raumahplus dan Hplus nilai kekeruhan hanya 0,01 NTU. Total coliform maks. 50 CFU, yang diperooleh 2 CFU, sedangkan untuk kimia parameter Cr6+ NAB maks. 0,05 mg/L sedangkan hasil analisis tim riset independen diperoleh nilai kurang dari 0,00004 mg/L.

“Sangat layak direkomendasikan konsumsi air minum raumah plus dan HPlus untuk kesehatan”. Harap Assoc Profesor ini.

Analisis kualitas Raumah Plus dan HPlus menggunakan beberapa jenis SNI khusus untuk air minum (SNI 6989.46:2009). Kelebihan lainnya dari raumahplus dan Hplus adalah menggunakan sumber mata air atau bahan baku langsung dari air tanah yang memiliki struktur bebatuan.