Beri Kuliah Umum, BSKLN Kemlu RI Sebut UIN Makassar Punya Posisi Strategis Kaji Kawasan Pasifik Selatan

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengadakan kuliah umum di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Kampus II UIN, Rabu (23/11/2022)

Agenda itu membahas pengembangan wawasan Diplomasi bagi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber, Kepala Badan Strategis Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN Kemlu), Dr Yayan Ganda Hayat Mulyana.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Alauddin Makassar dengan BSKLN Kemlu RI.

Pada kesempatan itu, Dr Yayan Ganda Hayat Mulyana menyebutkan, UIN Alauddin Makassar memiliki posisi sangat strategis untuk mengkaji tidak hanya Indonesia Timur tapi wilayah Pasifik Selatan.

“Kami melihat posisi UIN Alauddin Makassar sangat strategis untuk mengkaji tidak hanya Indonesia timur tapi wilayah Pasifik Selatan yang merupakan wilayah yang sangat strategis bagi Indonesia,” ujarnya.

Alumnus Universitas Padjajaran itu yakin, kajian Kawasan Pasifik yang dihasilkan UIN Alauddin Makassar sangat penting bagi kemajuan Indonesia.

“Kami yakin kajian kajian Pasifik yang akan dilakukan UIN Alauddin Makassar khususnya Hubungan Internasional sangat penting bagi kami,” bebernya.

“Lebih dari itu tahun depan Indonesia akan menjadi negara ke dua asean. Olehnya itu satu strategi yang sangat besar bagi Indonesia, dan tanggung jawab sangat besar,” tambahnya.

Olehnya itu, Dr Yayan Ganda mendorong Mahasiswa menjadi seorang diplomat yang memiliki kemampuan soft skill serta memiliki kompetensi.

“Disini ada Prodi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional yang sangat luar biasa, untuk menjadi seorang Diplomat harus membangun skill kompetensi, dan senantiasa memanfaatkan semua kompotensi termasuk pengatuahuan, skill dan attitude, skill bahasa dan soff skill,” jelasnya.

Menurut Dia, aktor Diplomasi bukan hanya tanggung jawab Pemerintah akan tetapi bisa dari Individu ataupun organisasi.

“Selain Pemerintah, aktor diplomasi itu bisa individu dan organisasi tentu People to people bahkan menjadi salah satu komponen dalam membangun persahabatan,” bebernya.

Ia berharap mahasiswa UIN Alauddin Makassar juga dapat berperan dalam konteks people to people dalam membangun persahabatan.

Diakhir materinya, Dr Yayan Ganda Hayat menyampaikan suatu kebahagiaan dan keberkahan, karena dapat berkunjung di UIN Alauddin Makassar yang sangat indah dan Islami.

“Kami yakin kampus ini menjadi center excellence integriti sebagaimana digambarkan didalam tayangan profil bahwa melalui kampus ini akan lahir ulama, cendikiawan, intelektual dan juga penggiat dan tentu juga diplomat. Khususnya bagi mahasiswa yang menekuni Hubungan Internasional,” pungkasnya.