MEDIAWARTA, JAKARTA – Transformasi digital tak hanya soal kecepatan internet, tetapi juga perlindungan identitas.
Telkomsel mulai menerapkan teknologi face recognition dalam proses registrasi nomor seluler baru sebagai bagian dari dukungan terhadap program SEMANTIK yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Kebijakan ini diproyeksikan menjadi fondasi penguatan keamanan ekosistem komunikasi nasional, Jumat (19/2/2026).
Implementasi registrasi biometrik ini tidak muncul secara tiba-tiba. Telkomsel menyebut sistem tersebut merupakan kelanjutan uji coba bertahap yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir bersama regulator.
Dengan kesiapan infrastruktur layanan di GraPARI maupun kanal digital, proses verifikasi dirancang berlangsung singkat dan mudah diikuti pelanggan dari berbagai segmen.
Aspek yang menjadi sorotan publik tentu soal keamanan data. Telkomsel memastikan data biometrik hanya digunakan untuk verifikasi identitas sesuai regulasi perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang berlaku.
Teknologi yang digunakan diklaim memiliki ketahanan terhadap ancaman siber dan dirancang untuk mencegah penipuan digital seperti phishing, scam, hingga penyalahgunaan nomor.
Kebijakan ini juga memberikan kontrol lebih besar kepada pelanggan. Mereka dapat mengecek jumlah nomor yang terdaftar atas NIK masing-masing serta mengajukan pemblokiran bila terdapat nomor yang tidak dikenali. Dengan pembatasan maksimal tiga nomor prabayar per identitas per operator, pemerintah berharap praktik penggunaan nomor anonim untuk aktivitas ilegal dapat ditekan secara signifikan.
Selama masa transisi hingga Juni 2026, pelanggan masih diperbolehkan registrasi menggunakan NIK dan Nomor KK. Namun ke depan, sistem biometrik akan menjadi standar utama.
Telkomsel pun membuka opsi registrasi ulang bagi pelanggan lama yang ingin beralih ke sistem baru. Di tengah maraknya kejahatan digital, kebijakan ini menjadi langkah konkret industri telekomunikasi dalam membangun ruang digital yang lebih aman dan terpercaya.

Comment