MEDIAWARTA,— Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mencatatkan capaian signifikan sepanjang 2025, baik pada aspek akademik, riset, maupun tata kelola institusi. Seluruh proses pembelajaran dilaporkan terlaksana 100 persen dan tercatat penuh dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti).
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, mengatakan capaian ini merupakan hasil konsistensi penguatan tata kelola akademik yang berbasis sistem dan mutu. “Pelaksanaan pembelajaran berjalan penuh tanpa jeda, dan seluruh riwayat pembelajaran terlapor 100 persen di PD-Dikti. Ini menjadi fondasi utama penjaminan mutu akademik,” kata Hamdan di Hotel Sultan Alauddin, Kota Makassar, Selasa 20 Januari 2025.
Hasil Course Evaluation Survey (CES) 2025 turut memperkuat klaim tersebut. Pada semester ganjil, rerata penilaian mahasiswa mencapai 7,98 (kategori baik) terhadap 935 dosen. Sementara pada semester genap, skor rerata 7,97 dengan jumlah responden 886 dosen. Menurut Hamdan, konsistensi nilai ini menunjukkan stabilitas kualitas pengajaran lintas fakultas.
Selain pengajaran, penguatan riset menjadi fokus utama kebijakan akademik kampus. UIN Alauddin menata ulang ekosistem riset melalui penguatan metodologi, budaya mutu penelitian, serta dorongan publikasi internasional. Rektor menyebut arah riset juga diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
“Kami tidak hanya mengejar kuantitas riset, tetapi relevansinya. Karena itu, dana riset internal dan eksternal terus kami perkuat agar kompetitif dan berdampak,” ujar Hamdan.
Capaian akademik 2025 yang berbasis Pancacita Rektor juga terlihat dari akreditasi program studi. Sebanyak 41 dari 74 program studi atau sekitar 54 persen telah meraih akreditasi Unggul. Bahkan, dua fakultas Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) seluruh program studinya telah terakreditasi unggul.
Di bidang riset internasional, kampus ini mencatat peningkatan kolaborasi global serta hadirnya jurnal ilmiah yang berhasil terindeks Scopus. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) juga disebut mulai bergerak lebih sistematis, seiring upaya integrasi data akademik lintas unit.
Tak hanya akademik, kinerja nonakademik UIN Alauddin pada 2025 juga menunjukkan hasil mencolok. Serapan anggaran mencapai 99,60 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kampus ini juga dinobatkan sebagai pengelola Cash Management System terbaik serta meraih predikat PTN Informatif terbaik di Indonesia Timur. Di lingkup PTKIN, UIN Alauddin menempati peringkat kedua pengelola komunikasi inovatif dari Kemenag.
Pembenahan infrastruktur fisik turut menopang capaian tersebut. Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin kini beroperasi dengan status Akreditasi Paripurna. Selain itu, pembangunan Gedung Pusat Informasi Akademik dan Kemahasiswaan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) rampung tepat waktu. Kampus juga bersiap melaksanakan pembiayaan luar negeri (PHLN) untuk pengembangan Fakultas Kedokteran dan laboratorium program studi.
Di tingkat kelembagaan, UIN Alauddin memperluas peran strategisnya melalui pendirian sejumlah unit baru. Mulai dari penguatan Lembaga Penjaminan Halal, pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi, Admission Center, Pusat Studi Pancasila, hingga Pusat Reputasi dan Pemeringkatan Universitas
Hamdan menegaskan, seluruh capaian tersebut bukan tujuan akhir. “Ini adalah pijakan untuk membawa UIN Alauddin lebih kompetitif secara nasional dan regional, tanpa meninggalkan identitas keilmuan dan nilai keislaman,” pungkasnya.

Comment