LPS Nilai Perbankan Nasional Tetap Solid hingga Akhir 2025

MEDIAWARTA, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kondisi industri perbankan nasional tetap berada dalam keadaan solid hingga akhir 2025. Ketahanan sektor ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang terjaga, serta permodalan dan likuiditas yang kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data LPS, penyaluran kredit perbankan per Desember 2025 tumbuh sebesar 9,63 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh peningkatan kredit investasi, yang mencerminkan masih terjaganya ekspansi sektor riil.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 13,83 persen (yoy). Kinerja ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas belanja pemerintah serta sektor korporasi, yang turut mendorong penempatan dana di perbankan.

Dari aspek permodalan, ketahanan industri perbankan dinilai berada pada level yang tinggi sebagai langkah mitigasi terhadap potensi risiko kredit maupun risiko pasar. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) perbankan tercatat sebesar 26,05 persen per November 2025, menunjukkan kapasitas perbankan yang kuat dalam menyerap risiko.

Sementara itu, kondisi likuiditas perbankan juga terjaga dengan baik. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) per Desember 2025 berada di level 28,57 persen, jauh di atas ambang batas minimum sebesar 10 persen.

LPS menilai, fundamental perbankan yang kuat tersebut menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan nasional, sekaligus memberikan ruang bagi perbankan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Comment