MEDIAWARTA,-CGBIO Indonesia resmi meluncurkan DCLASSY CaHA pada Januari 2026, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kehadirannya di pasar estetika medis Indonesia. Produk ini sebelumnya telah diperkenalkan secara terbatas pada Juli 2025 dan mendapat perhatian besar dalam ajang ISWAM (International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine) pada bulan Desember 2025. Peluncuran ini semakin memperkaya portofolio solusi estetika medis premium asal Korea Selatan di Indonesia, sekaligus memperluas eksistensi inovasi K-beauty di pasar nasional.
DCLASSY CaHA adalah collagen stimulator berbasis Calcium Hydroxyapatite (CaHA) yang tidak hanya berfungsi untuk restorasi volume, tetapi juga merangsang regenerasi kulit dan produksi kolagen tipe I (kolagen alami) melalui mekanisme kerja ganda. Setelah disuntikkan, gel pembawa berbasis CMC (carboxymethyl cellulose) akan diserap oleh makrofag, sementara partikel CaHA yang terekspos akan menstimulasi fibroblas sehingga memicu produksi kolagen dalam jangka panjang.
Struktur lattice-pore yang dipatenkan, dengan partikel CaHA berlapis menyerupai bawang, memungkinkan degradasi bertahap dari lapisan terluar, sehingga menghasilkan remodeling kolagen yang stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar efek volumisasi sementara.
Dibandingkan collagen stimulator berbasis CaHA lainnya, DCLASSY CaHA mengusung teknologi Lattice-Pore Formation (LPF™), yaitu pembentukan mikro-pori berlapis di dalam partikel yang memungkinkan degradasi terkendali secara gradual di dalam tubuh. Material CaHA sendiri telah digunakan lebih dari 30 tahun secara klinis dan memiliki profil keamanan yang telah disetujui US FDA (Food and Drug Administration Amerika Serikat).
Dengan partikel berbentuk bulat seragam berukuran sekitar 30 mikron dan permukaan yang halus, produk ini meminimalkan penyebaran yang tidak diinginkan serta menjaga stabilitas bentuk dalam jangka panjang. Hal ini memungkinkan presisi desain estetika sekaligus menurunkan risiko nodul maupun inflamasi.
Hasil klinis menunjukkan bahwa satu kali tindakan dapat membantu memperbaiki garis leher, elastisitas wajah, dan tekstur kulit, sementara sesi berulang memberikan efek anti-aging yang alami dan tahan lama.
Produk ini juga menjadi bagian penting dari inisiatif KIIMOT (Korea-Indonesia Integrated Marketing Operation Taskforce), kolaborasi antara CGBIO, Daewoong, dan DNC. Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, CGBIO Indonesia menyelenggarakan DEEP Master Course pertama pada November 2025 di Quickglam Clinic, Jakarta. Program dua hari tersebut menghadirkan pelatihan klinis mendalam mengenai protokol kombinasi multi-produk seperti “Collagen Velvet Protocol” (DCLASSY CaHA + Toksin Botulinum Daewoong) dan “Dual Lift Protocol” (DOOTH + DCLASSY HA), yang dibawakan oleh para ahli tersertifikasi antara lain dr. Phery Cendres, dr. Grace Waworuntu, dr. Hardiono Teddy Saputra, dan dr. Kardiana Purnama Dewi.
Dirancang sebagai platform edukasi jangka panjang, program ini mencakup sesi hands-on, demonstrasi langsung, serta mentoring untuk memberikan solusi estetika medis berbasis bukti bagi dokter Indonesia.
“DCLASSY CaHA merupakan bio-regenerator premium yang menghadirkan manfaat regeneratif jangka panjang sebagai pembeda utamanya,” ujar Hyun Seung Yu, CEO CGBIO. “Bersama Daewoong, kami akan terus berinvestasi dalam edukasi medis dan penguatan infrastruktur agar pasien di Indonesia dapat memperoleh hasil estetika yang aman dan terprediksi.”tuturnya
Ke depan, CGBIO Indonesia berencana memperluas ekspansinya sepanjang 2026 melalui penyelenggaraan lanjutan DEEP Master Course serta berbagai pelatihan spesialis lainnya, guna memperkuat posisinya sebagai pemimpin di segmen CaHA premium di Indonesia.

Comment