Kepala Pusat KUB Kemenag RI Launching 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Makassar

MEDIAWARTA,-Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdushomad, secara resmi melaunching 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Kota Makassar dalam rangkaian perayaan Jappa Jokka dan Cap Go Meh 2026 bertema Harmoni in lights, yang digelar di Jalan Sulawesi, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, unsur Forkopimda, Ketua dan pengurus FKUB Kota Makassar, pimpinan lintas agama, Pembimas Permabudhi, Kepala Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, para Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, serta seluruh penyuluh agama lintas agama se-Kota Makassar.

Dalam sambutannya, M. Adib Abdushomad menegaskan bahwa Kelurahan Sadar Kerukunan merupakan bagian dari program nasional penguatan moderasi beragama yang dicanangkan Kementerian Agama RI.

“Kehadiran Kelurahan Sadar Kerukunan ini adalah instrumen penting untuk memperkuat ruang perjumpaan umat beragama di tingkat paling bawah. Indonesia harus menjadi inspirasi dunia dalam praktik toleransi dan harmoni,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembentukan kelurahan sadar kerukunan bukan sekadar simbol atau seremoni, melainkan harus menghadirkan praktik nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya papan nama, tetapi realitas kehidupan masyarakatnya. Harus ada dialog, kerja sama, dan kolaborasi yang hidup,” tegasnya.

Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, mengungkapkan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan mencapai 82,3 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 77,89 persen.

Selain itu, Kota Makassar juga meraih penghargaan nasional dalam ajang Harmoni Award sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam penguatan kerukunan umat beragama.

“Launching 10 kelurahan sekaligus ini menjadi langkah luar biasa. Ini bukti bahwa Makassar serius menjaga toleransi dan kerja sama lintas agama,” ujarnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

“Makassar dibangun atas asas persaudaraan, bukan perbedaan. Kelurahan Sadar Kerukunan menjadi ruang kolaborasi tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun latar belakang,” katanya.

Kepala Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad, memastikan seluruh jajaran Kemenag bersama penyuluh agama akan mengawal implementasi program ini di lapangan.

“Kelurahan Sadar Kerukunan adalah investasi sosial jangka panjang. Jika masyarakat dekat dengan ajaran agamanya dan menjunjung nilai toleransi, maka stabilitas dan keamanan kota akan terjaga,” ungkapnya.

Dengan peluncuran 10 Kelurahan Sadar Kerukunan ini, Kota Makassar diharapkan semakin kokoh sebagai kota yang harmonis, toleran, dan menjadi contoh praktik kerukunan umat beragama di tingkat nasional bahkan internasional.

Comment