Final Poster “Titip Bunda di Surga-Mu” Dirilis, Hadirkan Makna Pelukan Ibu sebagai Tempat Pulang Paling Aman

MEDIAWARTA, JAKARTA Menjelang penayangan perdananya di bioskop, film drama keluarga “Titip Bunda di Surga-Mu” resmi meluncurkan final poster yang sarat emosi. Poster ini menjadi penanda kuat arah cerita film: tentang rumah, keluarga, dan kasih seorang ibu yang tak tergantikan.

Diproduksi oleh RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures, poster final tersebut menampilkan satu momen sederhana namun penuh makna—pelukan keluarga yang menghadirkan rasa aman, ketenangan, dan kerinduan yang akrab bagi banyak orang.

Dalam visual poster, sosok Bunda Mozza yang diperankan Meriam Bellina berdiri sebagai pusat kehangatan keluarga. Ia dirangkul oleh sang suami Akbar (Ikang Fawzi) dan ketiga anaknya, Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), serta Azzam (Abun Sungkar). Tidak ada jarak, tidak ada sekat—hanya ekspresi tulus yang memancarkan cinta tanpa syarat.

Nuansa domestik yang ditampilkan, termasuk gambaran aktivitas memasak bersama, memperkuat makna dapur sebagai ruang intim keluarga. Aroma masakan khas ibu yang tersirat dalam visual poster menjadi simbol kerinduan yang kerap muncul, terutama saat Ramadan—saat pulang ke rumah bukan sekadar tentang tempat, tetapi tentang rasa.

Meriam Bellina menyebut film ini membawa pesan penting tentang komunikasi dan saling memahami dalam keluarga. Menurutnya, hubungan orang tua dan anak tidak pernah berhenti pada peran, tetapi terus bertumbuh lewat dialog dan empati.

“Dalam keluarga, komunikasi adalah fondasi segalanya. Film ini mengingatkan bahwa baik orang tua maupun anak selalu punya ruang untuk belajar saling memahami,” ujar Meriam.

Ia menilai momentum rilis film ini sangat tepat, terutama di bulan suci Ramadan, ketika nilai kebersamaan dan refleksi diri menjadi lebih kuat. Film ini, kata dia, hadir sebagai tontonan keluarga yang menghangatkan sekaligus mengajak penonton merenung.

Meski poster memancarkan keteduhan, cerita film ini menyimpan konflik emosional yang dalam. Tiga bersaudara dalam kisah ini dihadapkan pada tekanan ekonomi, luka batin, dan ego pribadi yang perlahan menjauhkan mereka dari rumah—bukan secara fisik, melainkan dari hati sang ibu.

Kontras antara kehangatan visual dan konflik cerita menjadi kekuatan utama film ini, mengajak penonton bertanya pada diri sendiri: sejauh mana manusia sering mengabaikan orang tua, sebelum akhirnya sadar bahwa kasih merekalah tempat pulang yang sesungguhnya.

“Titip Bunda di Surga-Mu” disutradarai oleh Hanny R. Saputra, dan diadaptasi dari novel karya Dono Indarto serta Zora Vidyanata. Selain para pemeran utama, film ini juga didukung oleh jajaran aktor seperti Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.

Dengan kekuatan cerita, akting, dan pesan universal tentang keluarga, film ini diproyeksikan menjadi salah satu drama keluarga paling menyentuh yang hadir di layar lebar tahun ini.

Comment