Gelar Kegiatan Literasi Keuangan,Krom Bank: Dual Lens of Business Outlook 2026

MEDIAWARTA,-PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) sukses menyelenggarakan inisiatif edukasi publik melalui kegiatan literasi keuangan bertajuk “Dual Lens of Business Outlook 2026”. Bertempat di The Langham, Jakarta, forum ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem perbankan digital, strategi investasi adaptif, serta proyeksi lanskap bisnis di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank, memaparkan transformasi bank digital dan tren efisiensi bisnis tahun 2026. Turut hadir Leonard Hartono, Entrepreneur & Founder The Overpost, yang mengulas perspektif investasi serta identifikasi peluang bisnis di tengah dinamika pasar.

Tema “Dual Lens of Business Outlook 2026” diangkat untuk mengedukasi publik dalam melihat masa depan finansial melalui dua perspektif krusial: keseimbangan antara peluang dan risiko, strategi jangka pendek versus visi jangka panjang, serta sinergi antara dinamika global dengan kekuatan pasar domestik.

Dalam paparannya, Anton Hermawan menekankan peran strategis bank digital sebagai solusi finansial modern. “Melalui forum ini, kami ingin menciptakan ruang pertukaran wawasan dan pemikiran strategis guna membantu masyarakat menavigasi arah bisnis ke depan. Komitmen Krom Bank adalah memberikan literasi keuangan yang inklusif untuk membantu masyarakat mencapai kemandirian finansial (financial freedom),” ujar Anton.

Melengkapi pembahasan tersebut, Leonard Hartono membedah berbagai instrumen investasi, mulai dari properti, saham, hingga obligasi, agar masyarakat dapat memilih profil risiko yang sesuai. “Di tengah ketidakpastian dan dinamika global saat ini, penyimpanan uang dalam bentuk tabungan perlu jadi prioritas, 70% dari pendapatan sebaiknya disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito di bank yang memberikan suku bunga tinggi.” jelas Leonard.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Krom Bank untuk memberikan nilai tambah nyata bagi publik. “Literasi keuangan adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Kami percaya melalui dialog dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan finansial, kami dapat tumbuh bersama masyarakat Indonesia,” tutup Anton.

Comment