Ekonomi Sulsel Berpeluang Tembus 6 Persen, BI Tekankan Peran Investasi dan Hilirisasi

MEDIAWARTA,MAKASSAR,-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, optimistis pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mampu menembus angka 6 persen seperti pasca pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Optimisme tersebut disampaikan Rizki dalam kegiatan Bincang Bareng Media bertajuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas”, Jumat (20/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan telah mencapai 5,99 persen.

“Pertanyaannya bisakah pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, jawabannya bisa saja, sebab triwulan IV 2025 kita di angka 5,99 persen,” ujarnya.

Menurut Rizki, kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi adalah peningkatan investasi. Ia menekankan pentingnya evaluasi regulasi yang berpotensi menghambat masuknya investor.

“Yang terpenting adalah investasi. Teman-teman PTSP harus merenungkan apakah ada peraturan atau regulasi yang menghambat,” tegasnya.

Rizki menilai potensi ekonomi Sulawesi Selatan masih sangat besar dan belum tergarap maksimal, khususnya di sektor perikanan. Selama ini, pengelolaan dan pengalengan ikan masih banyak dilakukan di Pulau Jawa.

“6 persen saya kira masih memungkinkan karena potensi ekonomi kita masih banyak yang belum tergarap seperti perikanan yang pengelolaannya belum maksimal. Misalnya pengelolaan dan pengalengan masih ada di Jawa. Olehnya itu kami fokus mengoptimalkan pengadaan pengawetan ikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, industri pengolahan berbasis hasil laut juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan, seperti produksi nugget ikan, ikan asap, hingga bakso ikan.

“Industri pengolahan sebenarnya banyak sekali bisa dibuat. Potensinya masih besar, jadi jika potensi kita garap maka pasti bisa tumbuh lebih besar,” tambahnya.

Selain perikanan, Rizki juga menyoroti pentingnya hilirisasi komoditas pangan yang kerap memicu inflasi, seperti bawang dan cabai. Dengan pengolahan dan penyimpanan yang lebih baik, stabilitas harga diharapkan bisa terjaga.

Tak hanya itu, sektor pendidikan juga dinilai memiliki peluang besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pembukaan cabang perguruan tinggi luar negeri di Makassar berpotensi meningkatkan daya saing sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kemudian ekonomi digital seperti pengprograman dan pembuatan aplikasi juga bisa membuka sektor lapangan usaha baru,” katanya.

Di sisi lain, Rizki mengakui masih adanya kendala infrastruktur yang membuat investor ragu menanamkan modal di Sulawesi Selatan.

“Kenapa pertumbuhan ekonomi baru segitu, sebab potensi belum dimanfaatkan. Misalnya jalan yang tidak mulus di Bone, padahal di sana ada pabrik rumput laut tetapi investor tidak berinvestasi,” tutupnya.

Dengan optimalisasi investasi, hilirisasi industri, serta perbaikan infrastruktur, BI Sulawesi Selatan meyakini target pertumbuhan ekonomi 6 persen bukan sekadar angan, melainkan peluang yang realistis untuk dicapai dalam waktu dekat.

Comment