MEDIAWARTA, MAKASSAR — Kabar duka datang dari lingkup Pemerintah Kota Makassar. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, meninggal dunia pada usia 59 tahun, Sabtu (28/2/2026), setelah menjalani perawatan intensif akibat stroke.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Stroke Center Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang. Informasi wafatnya pejabat senior tersebut cepat menyebar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Makassar, termasuk melalui grup komunikasi internal SKPD.
“Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Asisten 1 Pemkot Makassar telah meninggal dunia sesudah salat subuh pagi ini, semoga almarhum khusnul khatimah dan keluarga diberi ketabahan,” demikian pesan yang beredar di lingkungan pemerintahan kota.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Kota Makassar, Akhmad Namsum, mengungkapkan Andi Yasir mulai dirawat sejak Kamis (26/2/2026). Sehari sebelumnya, almarhum baru tiba dari Medan usai menghadiri kegiatan pra-Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). “Rabu malam tiba dari Medan hadiri acara Apeksi, Kamis masuk rumah sakit,” ujar Namsum.
Menurut keterangan rekan sejawat, almarhum sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang selama ini berada dalam koordinasinya.
Di mata kolega, Andi Muhammad Yasir dikenal sebagai birokrat senior yang tenang namun tegas. Selama menjabat sebagai Asisten I, ia aktif mengoordinasikan urusan tata kelola pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga persoalan sosial kemasyarakatan. “Beliau pamong senior dengan integritas dan dedikasi tinggi. Tenang dalam bersikap, tapi tegas dalam keputusan,” kata Namsum.
Kepergian Andi Yasir menjadi kehilangan besar bagi Pemkot Makassar. Sosoknya dikenang sebagai figur komunikatif dan terbuka, yang mampu membangun koordinasi solid dalam setiap tugas pemerintahan serta menjaga stabilitas administrasi di tengah dinamika pelayanan publik.

Comment