MEDIAWARTA, JAKARTA – Pertamina Geothermal Energy (PGE) memastikan keandalan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di seluruh wilayah kerjanya guna menjaga stabilitas pasokan listrik nasional selama periode mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menegaskan bahwa momen Lebaran identik dengan meningkatnya kebutuhan energi seiring tingginya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen memastikan pasokan listrik tetap terjaga melalui pemanfaatan energi panas bumi yang andal dan berkelanjutan.
“Di momen kebersamaan seperti Idulfitri, keandalan energi menjadi sangat penting agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman. PGE memastikan pasokan listrik berbasis panas bumi tetap optimal,” ujarnya.
Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), atau sekitar 70 persen dari kapasitas panas bumi nasional. Kontribusi ini menjadikan PGE sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi energi bersih di Indonesia.
Peran tersebut tercermin dari operasional sejumlah pembangkit, seperti PLTP Kamojang yang melayani lebih dari 260 ribu rumah tangga, PLTP Lahendong yang memasok lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta PLTP Ulubelu yang menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik di Lampung.
Keandalan operasional PGE juga ditunjukkan melalui tingkat availability factor yang mencapai 98,93 persen dengan tingkat gangguan (outage) yang sangat rendah, yakni hanya 0,41 persen.
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menambahkan bahwa energi panas bumi memiliki keunggulan karena tidak bergantung pada cuaca maupun bahan bakar fosil, sehingga menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas pasokan listrik.
“Panas bumi adalah energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Kami siap mendukung kebutuhan listrik nasional, terutama pada periode dengan permintaan tinggi seperti Idulfitri,” jelasnya.
Selain menjaga keandalan pasokan energi, PGE juga terus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh operasionalnya. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target peningkatan kapasitas energi baru terbarukan hingga 76 persen dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Melalui berbagai strategi tersebut, PGE optimistis dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih bagi masyarakat Indonesia.

Comment