MEDIAWARTA, JAKARTA — Juru Bicara Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, menyampaikan apresiasi atas pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai yang menilai bahwa JK tidak memiliki niat untuk mendiskreditkan agama tertentu dalam pernyataan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut Husain, pandangan yang disampaikan Menteri HAM tersebut menjadi penyejuk di tengah polemik yang berkembang di ruang publik, sekaligus memberi arah agar persoalan dapat diselesaikan secara bijak tanpa mengaburkan rekam jejak kenegarawanan Jusuf Kalla selama puluhan tahun.
“Pernyataan Menteri HAM kami maknai sebagai pandangan yang jernih dari pemerintah, agar persoalan ini diselesaikan tanpa mereduksi peran besar Pak JK sebagai tokoh perdamaian di Poso dan Ambon,” kata Husain dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Husain menegaskan, selama ini Jusuf Kalla dikenal luas sebagai tokoh nasional yang konsisten menjaga dialog antarumat beragama serta berkontribusi besar dalam berbagai proses rekonsiliasi di Indonesia. Karena itu, ia menilai penting bagi semua pihak untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak terjebak pada potongan informasi yang beredar tanpa konteks lengkap.
JK Masih di Jepang, Klarifikasi Dijadwalkan 18 April di Jakarta
Husain juga mengungkapkan bahwa saat ini Jusuf Kalla masih berada di Jepang dalam rangka meresmikan sejumlah masjid sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), sekaligus menjalankan beberapa agenda organisasi lainnya.
Meski berada di luar negeri, kata dia, JK tetap mengikuti perkembangan polemik yang muncul setelah beredarnya potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret 2026 lalu.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik, JK dijadwalkan akan menyampaikan klarifikasi resmi kepada media pada Sabtu, 18 April 2026 di Jakarta.
Selain memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat, JK juga disebut akan menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam dan tokoh Kristen untuk menjelaskan konteks lengkap dari pernyataan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.
“Pak JK ingin menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin dan pendekatan dialog, seperti yang selalu beliau lakukan selama ini,” ujar Husain.
Seruan Menjaga Kerukunan
Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai dinilai menjadi sinyal penting agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terpancing oleh narasi yang berpotensi memecah belah. Husain berharap ruang publik tetap dijaga dengan semangat saling menghormati dan mengedepankan kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan suasana yang teduh, terutama ketika membahas isu-isu sensitif yang menyangkut hubungan antaragama.
“Kerukunan harus tetap menjadi prioritas bersama. Jangan sampai perbedaan tafsir justru berkembang menjadi konflik yang tidak perlu,” tutupnya.

Comment