Syekh Yusuf Bangun Kampoeng Macassar di Afrika Selatan

MEDIAWARTA.COM – Seandainya Belanda dan Portugis tidak pernah menjajah Indonesia, mungkin saja kota Cape Town tidak pernah ada. Awalnya Cape Town dijadikan sebagai gudang, atau tempat persinggahan Belanda dalam pelayaran ke Indonesia. Belanda mengendalikan Cape Town atau Kapstaad dari Batavia. Karena itulah, Cape Town punya hubungan historis yang sangat erat dengan Indonesia.

Salah satu tokoh pejuang legendaris asal Makassar Syekh Yusuf, yang membawa nama Makassar ke negara Afrika Selatan. Di kota modern perpaduan tiga benua tersebut, ada sebuah tempat yang sangat populer disebut sebagai Kampoeng Macassar. Lokasinya terletak di Distrik Stallenbosch, kawasan perkebunan buah anggur, sekitar 40 kilometer dari jantung kota Cape Town.

Kampoeng Macassar dibangun oleh Syaikh Yusuf Al-Makassary bersama pengikutnya, saat pertama kali menginjakkan kaki di Afrika Selatan, pada 2 April 1964. Dalam pengasingan, dia bersama 49 orang pengikut dan keluarganya, menggunakan kapal layar Fluyt de Voetboog, gencar menyampaikan pesan-pesan agama Islam.

Syekh Yusuf merupakan keturunan Raja Gowa, selain mengajarkan agama Islam di tanah kelahiran Nelson Mandela tersebut, juga sekaligus berjuang membela Afrika Selatan dari penindasan penjajah di negara itu. Hasil dari perkawinan pengikut Syekh Yusuf dengan penduduk setempat, kemudian membuat berkembangnya keturunan suku Bugis Makassar hingga saat ini di Afrika Selatan.

Saat berusia 73 tahun, Syekh Yusuf menghembuskan napas terakhirnya di Afrika Selatan. Walau hanya sekitar empat tahun di Kampoeng Macassar, pengaruh ajarannya cukup kuat disana, kemudian dilanjutkan oleh para pengikutnya.

Makam Syekh Yusuf yang merupakan salah satu tempat suci yang sering menjadi tempat ziarah penduduk Muslim Afrika Selatan. Ajaran Syekh Yusuf menjadi inspirasi untuk menentang apartheid di Afrika Selatan. Karena itu dia diangkat sebagai pahlawan nasional Afrika Selatan. Ketika menjatuhkan pemerintah Apartheid pada April 1994, Nelson Mandela menyatakan mendapat inspirasi dari Syekh Yusuf, untuk menentang politik perbedaan warna kulit di Afrika Selatan.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki juga memuji kepahlawanan Syekh Yusuf, dengan memberikan penganugerahan Oliver Thambo Gold Award, penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah Afrika Selatan untuk tokoh yang berjasa besar. (berbagai sumber)

Komentar

Check Also

Ini uang panai orang Tionghoa

MEDIAWARTA.COM – Ini uang panai orang Tionghoa. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, …

Share This
Mediawarta