HUT Ke-3, ITBK Fokus Cetak Lulusan Berdaya Saing Tinggi

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITBK) genap berusia tiga tahun. Pada HUT ke-3, ITBK berfokus untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki kapasitas dan berdaya saing di dunia usaha. Dengan visi menjadi perguruan tinggi unggul dalam pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi yang inovatif berlandaskan moral agama.

Kampus di bawah naungan Yayasan Hadji Kalla ini memiliki empat program studi. Masing-masing yakni Kewirausahaan, Bisnis Digital, Sistem Informasi dan Manajemen Retail. Program Studi Manajemen Retail dan Bisnis Digital bahkan berhasil meraih akreditasi ‘Baik’ oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Dalam perayaan HUT ke-3 ITBK di Timur Resto, Nipah Park, Selasa (12/7/2022), Wakil Rektor I, Amril Arifin, mengatakan pihaknya akan terus berbenah dalam penerapan kurikulum pendidikan. Melihat sejauh ini, kurikulum yang diterapkan hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, sehingga Indonesia sulit mencetak pengusaha akibat minim keterampilan.

“Rasio jumlah pengusaha terhadap populasi kita hanya ada pada angka 3,1 persen dan di tahun 2022 ini hanya meningkat 0,5 saja. Salah satunya karena bebrapa kurikulum pendidikan hanya berfokus pada keterampilan teknis saja sehingga dengan adanya kampus institute dapat menyerap tenaga kerja yang berkualitas,” paparnya.

Amril menjelaskan, dengan kualitas SDM yang semakin baik akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan pajak dengan munculnya pengusaha-pengusaha baru. Sehingga akan berdampak pada pendapatan negara khususnya di Sulsel.

“Tentu saja penyerapan tenaga kerja ada efek pada peningkatan pajak yang akan menjadi indikator peningkatan pemasukan sehingga daya saing di indonesia juga semakin meningkat,” tegas dia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kalla Institute membagi tiga tahap pengembangan. Tahap pertama yaitu established learning institute, dimana fase itu merupakan tahap konsolidasi dan peningkatan komitmen untuk pengembangan institusi.

Sehingga di tahun 2022, beberapa target di fase ini telah tercapai dengan melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara optimal. Salah satunya, pemenuhan akreditasi, baik untuk program studi yang ada di Kalla Institute.

Untuk mendukung hal itu, ITBK terus menjalin kerja sama dengan beberapa universitas mulai dari Sulsel seperti Undipa, Unifa, Stiba, YPUP, UNIMEN hingga Kawasan Indonesia bagian barat seperti ITB, Tel-U, dan Universitas Insan Cendekia Mandiri. Serta beberapa instansi pemerintah yakni Desa Sudirman di Kabupaten Maros, Brigif Para Raider 3, penerbit Nasmedia, serta Insight Sinergi Talenta.

“Dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi, kami senantiasa berkolaborasi dengan berbagai institusi. Selain seluruh unit bisnis di bawah naungan Kalla Group yang menjadi laboratorium bisnis dan teknologi terbesar, Kalla Institute juga menjalin kerja sama dengan instusi pendidikan lainnya, serta dunia industri dan pemerintah kabupaten setempat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Setiawan Aswad, mengungkapkan Pemprov Sulsel menaruh harapan besar agar ITBK dapat menjadi pelopor, dalam menciptakan SDM yang unggul sehingga memajukan perekonomian Sulsel.

“Di usia 3 tahun Institut Teknologi Dan Bisnis Kalla kita berharap dapat menopang SDM yang unggul, mencetak tenaga kerja berkualitas dan patut diapresiasi, dengan menarget SDM siap pakai dengan perpaduan sains dan teknologi. Mahasiswa setelah lulus tidak boleh mencari kerja tapi menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Sebagai komitmen Kalla Institute dalam mencetak generasi muda berkualitas yang mampu berkontribusi bagi kesejahteraan bangsa. Kalla Institute membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan cara yang lebih mudah.

Melalui berbagai program baik dari biaya kuliah bisa diangsur, tawaran bebas tes, dan jaminan serapan kerja pada industri Kalla Group yang merupakan kelompok usaha terbesar di wilayah Indonesia Timur. Sehingga lulusan Kalla Institute kelak akan dibekali pula dengan kompetensi dan sertifikasi keahlian dari Lembaga Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Skor TEOFL 450 yang dikeluarkan oleh lembaga resmi.

Tak hanya itu, Program Studi Sistem Informasi juga memberikan beasiswa khusus S1, dengan bebas biaya pendaftaran selama masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2022. Prodi Kewirausahaan juga memberi kesempatan kepada calon mahasiswa untuk ikut hadir dalam kuliah tamu pada 13 Juli 2022, dimana kegiatan ini akan membahas secara tuntas tenang bisnis impor dan ekspor.