MEDIAWARTA, MAKASSAR – Upaya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan terus digencarkan PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS) ini menggelar sharing session bersama para pemangku kepentingan di Dumai pada 15 April 2026.
Forum yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut mempertemukan berbagai unsur strategis, mulai dari KSOP Kelas I Dumai,
Dewan Pimpinan Cabang INSA Dumai, perwakilan ISAA wilayah, jajaran manajemen SPJM, hingga pengguna jasa di lingkungan Pelabuhan Dumai. Tak kurang dari 90 peserta hadir, mencerminkan tingginya antusiasme terhadap peningkatan layanan kepelabuhanan yang lebih terintegrasi.
Kegiatan ini bukan sekadar forum seremonial. SPJM secara aktif membuka ruang dialog dua arah, memberi kesempatan kepada pengguna jasa untuk menyampaikan pengalaman, kritik, hingga usulan perbaikan.
Dari diskusi tersebut, mengemuka sejumlah catatan penting terkait peningkatan efisiensi layanan operasional kapal, termasuk kebutuhan sinkronisasi antar lini layanan dalam ekosistem Pelindo Group.
Beberapa peserta juga menyoroti pentingnya kelancaran operasional bongkar muat curah yang melibatkan lintas subholding. Aspirasi ini menjadi perhatian serius SPJM, yang berkomitmen meneruskannya sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih terpadu dan responsif.
Direktur Strategi dan Komersial SPJM, Edward D.P. Napitupulu, menegaskan bahwa forum semacam ini menjadi elemen penting dalam strategi perusahaan untuk terus berkembang.
“SPJM berkomitmen untuk terus meningkatkan operational excellence agar mampu memenuhi ekspektasi pengguna jasa, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kepuasan pelanggan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan, Senin (20/4/2026).
Sebagai perusahaan yang menargetkan diri menjadi pemain maritim berkelas dunia, SPJM menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasi layanan.
Berbagai program seperti sharing session, customer engagement, hingga forum kolaboratif lainnya rutin digelar untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara konkret.
Di tengah dinamika industri logistik dan kepelabuhanan yang semakin kompetitif, langkah SPJM ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi layanan tidak bisa dilakukan secara sepihak.
Kolaborasi, keterbukaan, dan kecepatan merespons masukan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.
Dengan pendekatan tersebut, SPJM tidak hanya memperbaiki layanan, tetapi juga membangun ekosistem kepelabuhanan yang lebih solid, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.

Comment