Chimot Tempuh Ribuan Kilometer Demi Menyaksikan  Konser Padi Reborn dan Dewa 19 di Kuala Lumpur

MEDIAWARTA, KUALA LUMPUR Lautan manusia berkaus hitam memenuhi Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (6/6/2026) malam.

Ribuan penggemar dari berbagai penjuru Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Indonesia berkumpul dalam satu tujuan: merayakan kenangan bersama lagu-lagu yang telah menjadi soundtrack kehidupan mereka melalui konser spektakuler DEWA 19 – Cintaku Tertinggal di Malaysia.

Tiga tahun setelah penampilan terakhir mereka di Malaysia melalui konser A Night At The Orchestra Chapter 5 pada 2023, Dewa 19 kembali menyapa para Baladewa dan Baladewi dengan kemasan pertunjukan yang lebih megah. Kali ini, grup legendaris yang digawangi Ahmad Dhani menghadirkan Ari Lasso, Virzha, Marcello Tahitoe (Ello), serta drummer Tyo Nugros dalam satu panggung.

Namun bukan hanya Dewa 19 yang menjadi magnet malam itu. Untuk pertama kalinya dalam konser besar di Malaysia, Padi Reborn didapuk sebagai penampil spesial yang berbagi panggung dengan Dewa 19. Kolaborasi dua band besar Indonesia ini sukses menciptakan atmosfer emosional yang membuat ribuan penonton larut dalam nostalgia.

Sejak sore hari, kawasan sekitar Axiata Arena sudah dipadati pengunjung. Mereka berfoto di depan instalasi raksasa bergambar personel Dewa 19 dan Padi Reborn yang dipasang oleh promotor Icon Entertainment. Gelang bertuliskan “Bala Sobat” dan “Laskar Cinta” tampak menghiasi pergelangan tangan para penggemar sebagai simbol solidaritas dua komunitas besar pecinta musik Indonesia.

Padi Reborn Buka Malam Penuh Kenangan

Lampu arena mulai meredup. Sorakan ribuan penonton pecah saat Padi Reborn muncul di atas panggung.

Band asal Surabaya yang digawangi Fadly langsung membuka penampilan dengan lagu “Sang Penghibur”. Tanpa perlu banyak ajakan, ribuan penonton spontan bernyanyi bersama sejak bait pertama.

Suasana semakin emosional ketika lagu “Menanti Sebuah Jawaban” dimainkan. Layar LED raksasa menampilkan lirik lagu, sementara ribuan lampu telepon genggam menyala serentak memenuhi arena.

Malam itu, Padi Reborn membawakan delapan lagu yang tersusun dalam setlist khusus, yakni Sang Penghibur, Menanti Sebuah Jawaban, Patah, Jangan Datang Malam Ini, Semua Tak Sama, Ego, Begitu Indah, dan Hitam.

Isma Azis Riu yang sapaan akrabnya Chimot, penggemar asal Makassar yang datang bersama suaminya khusus ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan konser tersebut mengatakan, Setiap lagu disambut koor massal dari penonton yang seolah hafal setiap lirik tanpa terlewat satu kata pun.

“Rapi, kompak, dan luar biasa. Semua ikut bernyanyi dari awal sampai akhir,” ujar.

Bagi Chimot, konser itu terasa lebih spesial karena sekaligus menjadi ajang mendukung sahabat semasa SMA Negeri 2 Makassar, yakni Fadly Padi, yang tampil di hadapan ribuan penonton Malaysia.

Ribuan Penonton Larut dalam Nostalgia

Sepanjang penampilan Padi Reborn, suasana arena dipenuhi emosi dan kenangan. Banyak penonton tampak merekam momen, bernyanyi sambil memeluk pasangan, saat lagu-lagu lawas dibawakan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa karya-karya Padi Reborn masih memiliki tempat istimewa di hati pendengarnya meski telah melintasi berbagai generasi.

Dewa 19 Naik Panggung, Axiata Arena Berguncang

Usai penampilan Padi Reborn, giliran Dewa 19 mengambil alih panggung.

Kehadiran Ahmad Dhani langsung disambut riuh tepuk tangan. Bersama Ari Lasso, Virzha, dan Ello, Dewa 19 membawakan deretan lagu legendaris yang telah menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia.

Sorak penonton semakin menggelegar ketika lagu-lagu seperti Kangen, Sedang Ingin Bercinta, Pangeran Cinta, Laskar Cinta, hingga Dewi dimainkan.

Kehadiran Al Ghazali di area konser juga turut menarik perhatian penggemar yang antusias mengabadikan momen bersama putra sulung Ahmad Dhani tersebut.

Malam yang semula dipenuhi nostalgia perlahan berubah menjadi pesta musik raksasa. Penonton bernyanyi tanpa henti, melambaikan tangan mengikuti irama lagu, dan menciptakan pemandangan yang memperlihatkan betapa kuatnya ikatan emosional antara musisi Indonesia dan penggemarnya di Malaysia.

Musik Indonesia Menembus Batas Negara

Konser “Cintaku Tertinggal di Malaysia” bukan sekadar pertunjukan musik. Acara ini menjadi bukti bahwa karya-karya musisi Indonesia tetap dicintai lintas negara dan lintas generasi.

Kehadiran ribuan penonton yang memenuhi hampir seluruh area Axiata Arena menunjukkan bahwa lagu-lagu Dewa 19 dan Padi Reborn masih hidup dalam ingatan publik, bahkan jauh melampaui batas geografis.

Di tengah derasnya arus musik digital dan tren baru yang terus bermunculan, malam di Kuala Lumpur itu menjadi pengingat bahwa karya-karya yang lahir dari kejujuran dan kualitas akan selalu menemukan jalannya menuju hati pendengar.

Ketika lampu arena mulai padam, ribuan orang meninggalkan venue dengan senyum dan kenangan baru. Namun satu hal yang pasti, malam itu bukan hanya tentang konser.

Bagi Baladewa dan Sobat Padi, itu adalah perjalanan pulang menuju masa-masa terbaik dalam hidup mereka, ditemani lagu-lagu yang tak pernah benar-benar usang oleh waktu.

Comment