Screening Film “Badut Gendong” di Makassar Hadirkan Teror Sadis dan Ketegangan Mencekam

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Film horor terbaru berjudul Badut Gendong sukses menghadirkan suasana mencekam saat menggelar special screening di Studio 21 Mal Panakkukang, Makassar, Rabu malam (20/5/2026).

Film produksi MAGMA Entertainment dalam semesta Qodrat garapan sutradara Charles Gozali itu mendapat respons antusias dari para penonton yang memadati studio sejak sebelum pemutaran dimulai.

Mengusung genre horor aksi, Badut Gendong menghadirkan cerita penuh teror tentang pasangan pengamen badut, Darso dan Darsi, yang hidup di tengah kerasnya kehidupan jalanan. Konflik bermula ketika Darsi tewas akibat tindakan brutal sekelompok preman di rel kereta api. Kejadian tragis tersebut memicu rangkaian balas dendam supranatural yang membawa Darso kembali ke kampung halamannya, di tengah konflik warga dengan perusahaan yang ingin menguasai lahan desa.

Sepanjang film, penonton disuguhkan adegan-adegan menegangkan dengan nuansa gelap, jumpscare intens, hingga aksi balas dendam yang brutal. Atmosfer horor dibangun melalui visual yang kuat dan alur cerita emosional yang membuat penonton tidak hanya takut, tetapi juga ikut larut dalam penderitaan karakter utama. Ketegangan semakin terasa ketika arwah Darsi mulai meneror orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematiannya.

Salah satu penonton, Irma, mengaku dibuat tegang sejak awal hingga akhir film. Menurutnya, Badut Gendong tidak hanya mengandalkan sosok hantu untuk menakuti penonton, tetapi juga menghadirkan adegan balas dendam yang sadis dan penuh kejutan.

“Filmnya seru dan menakutkan. Bukan hanya karena ada hantunya, tapi cara balas dendamnya sangat sadis. Sepanjang film saya beberapa kali kaget,” ujar Irma usai pemutaran film.

Irma juga berharap film tersebut memiliki kelanjutan cerita. Menurutnya, komik yang dibagikan sebelum pemutaran memberi isyarat bahwa kisah Badut Gendong masih akan berlanjut.

Antusiasme penonton dalam special screening ini menjadi sinyal positif bagi film tersebut untuk bersaing di tengah maraknya genre horor Indonesia yang semakin diminati masyarakat.

Comment