MEDIAWARTA, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional. Melalui proses verifikasi dan penilaian yang ketat, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UMI resmi memperoleh Akreditasi LPH Kualifikasi Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia. Dengan pencapaian tersebut, UMI kini menjadi bagian dari jaringan resmi Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional yang berperan dalam mendukung implementasi sistem jaminan produk halal di Indonesia.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan sebuah langkah strategis yang memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan ekonomi halal nasional. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan negara kepada UMI menjadi bukti bahwa kampus memiliki kapasitas untuk menjaga kualitas, integritas, dan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.
“Halal saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai label pada sebuah produk. Halal telah berkembang menjadi standar kualitas global, simbol kepercayaan publik, dan bagian penting dari ekosistem ekonomi masa depan. Ketika UMI dipercaya menjadi bagian dari jaringan Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional, maka yang sedang dibangun bukan hanya proses sertifikasi, tetapi juga kepercayaan masyarakat dan daya saing bangsa di tingkat internasional,” ujar Prof. Hambali.
Ia menjelaskan, perkembangan industri halal dunia membuka peluang besar bagi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Karena itu, UMI berkomitmen mengambil peran lebih besar melalui pengembangan ekosistem halal yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian, inovasi, sertifikasi, hingga pendampingan pelaku usaha. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi besar UMI dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Menuju Halal Center of Excellence Kawasan Timur Indonesia
Prof. Hambali mengungkapkan bahwa akreditasi LPH menjadi fondasi awal bagi pembentukan Halal Center of Excellence UMI, sebuah pusat unggulan yang akan mengintegrasikan berbagai layanan dan pengembangan keilmuan halal dalam satu ekosistem.
Pusat unggulan tersebut dirancang untuk mengembangkan riset halal, laboratorium pengujian, pelatihan auditor halal, sertifikasi produk, pendampingan UMKM, hingga pengembangan teknologi dan inovasi industri berbasis halal. Kehadiran pusat unggulan ini diharapkan mampu menjadikan Makassar dan Kawasan Timur Indonesia sebagai salah satu poros pengembangan industri halal nasional yang berdaya saing global.
“UMI tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan industri halal dunia. Kami ingin menjadi bagian dari solusi dengan melahirkan talenta unggul, riset berkualitas, inovasi yang relevan, serta kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi umat dan pembangunan bangsa,” tegasnya.
Menurut Prof. Hambali, sektor industri halal kini menjadi salah satu bidang ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi serta dinamika pasar global.
Membuka Peluang Karier Baru bagi Generasi Muda
Keberadaan LPH UMI dan pengembangan Halal Center of Excellence juga diyakini akan membuka peluang baru bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat dalam sektor ekonomi halal yang terus berkembang.
Di tengah pesatnya transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), bioteknologi, dan perkembangan industri modern, UMI terus melakukan pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga didorong terlibat dalam penelitian terapan, kewirausahaan, sertifikasi profesi, inovasi teknologi, serta pengembangan industri halal yang kini menjadi salah satu sektor strategis di tingkat global.
“Kami ingin mahasiswa UMI merasakan apa yang kami sebut sebagai kemewahan intelektual, yakni kesempatan belajar dari para ahli, terlibat dalam riset dan inovasi, membangun jejaring profesional, serta memperkuat karakter dan nilai spiritual. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu menggabungkan kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi,” katanya.
Perkuat Posisi UMI sebagai Kampus Berdampak
Sebagai perguruan tinggi swasta pertama di luar Pulau Jawa yang meraih akreditasi Unggul dan pelopor Program Profesi Insinyur di Indonesia, UMI terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang menghasilkan lulusan profesional, religius, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.
Pencapaian akreditasi LPH ini sekaligus mempertegas komitmen UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
Menutup keterangannya, Prof. Hambali menyampaikan pesan kepada generasi muda agar memilih perguruan tinggi berdasarkan kualitas pembinaan karakter dan kapasitas pengembangan diri, bukan semata popularitas.
“Jangan memilih kampus hanya karena sedang viral atau memiliki gedung yang megah. Pilihlah kampus yang mampu membantu menemukan versi terbaik dari diri Anda. Kami ingin UMI menjadi rumah tumbuh bagi generasi yang sukses dalam karier, kuat dalam karakter, luas dalam wawasan, dan besar manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Comment