Darije Kalezic Tinggalkan Eropa Demi Bangkitkan PSM Makassar

MEDIAWARTA, MAKASSAR – PSM Makassar resmi memulai era baru dengan menunjuk kembali Darije Kalezic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Pelatih asal Bosnia tersebut diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH), Pantai Losari, Minggu (19/7/2026), sekaligus menandai dimulainya proyek jangka panjang selama tiga musim bersama tim berjuluk Juku Eja.

Manajer Tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengatakan manajemen sengaja memberikan kontrak berdurasi tiga tahun sebagai bentuk keseriusan membangun kembali fondasi tim. Menurutnya, proyek tersebut telah disepakati bersama Darije agar PSM tidak hanya fokus pada target jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan regenerasi pemain dan membangun prestasi yang berkelanjutan.

“Coach Darije akan kami kontrak dengan durasi selama tiga tahun sesuai proyek yang telah kami sepakati,” ujar Fajrin.

Bagi Darije, keputusan kembali ke Makassar bukan semata-mata karena faktor pekerjaan, melainkan panggilan hati. Setelah menerima komunikasi dari manajemen, ia mengaku meluangkan waktu untuk menganalisis perjalanan PSM dalam beberapa bulan terakhir. Dari hasil pengamatannya, ia menilai performa tim jauh dari harapan hingga terpuruk di papan bawah klasemen, sementara banyak pemain memilih meninggalkan klub.

“Saya melihat ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik sehingga PSM berada di posisi yang tidak semestinya. Justru di masa-masa sulit seperti ini saya merasa terpanggil untuk kembali bekerja bersama PSM Makassar dan membawa klub ini kembali ke tempat yang layak,” kata Darije.

Pelatih yang pernah membawa PSM menjuarai Piala Indonesia itu menegaskan, membangun kembali kejayaan Juku Eja membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan. Itulah alasan dirinya memilih menandatangani kontrak tiga tahun. Ia juga mengaku meninggalkan Eropa karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PSM, masyarakat Makassar, dan para suporter yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

“Saya datang karena saya menyukai klub ini, para suporternya, dan budaya yang dimiliki PSM. Saya percaya bersama-sama kita bisa mengembalikan PSM ke posisi yang seharusnya. Saya juga berharap dalam tiga tahun ke depan PSM sudah kembali bermain di Kota Makassar dan seluruh suporter mendukung proses ini,” ungkapnya.

Darije juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan pemain muda. Ia ingin mengembalikan tradisi PSM sebagai klub yang mampu melahirkan talenta nasional, seperti yang pernah dilakukannya saat memberi kesempatan kepada Asnawi Mangkualam, Rizky Eka Pratama, Arfan, dan sejumlah pemain muda lainnya. Menurutnya, keberhasilan mengembangkan pemain muda merupakan pencapaian yang bahkan lebih membanggakan daripada meraih trofi, karena mampu menciptakan masa depan bagi klub dan sepak bola Indonesia.

Sementara itu, Fajrin memastikan sanksi FIFA Registration Ban yang saat ini diterima PSM tidak akan mengganggu persiapan tim menghadapi musim baru. Ia menjelaskan sanksi tersebut hanya berkaitan dengan pendaftaran pemain baru yang baru akan dibuka pada pertengahan Agustus mendatang, sehingga proses perekrutan pemain, penyusunan tim, dan operasional klub tetap berjalan sesuai rencana.

“FIFA Registration Ban merupakan tanggung jawab manajemen. Rekrutmen pemain tetap berjalan, persiapan tim juga tidak terganggu. Kami sudah menyusun perencanaan keuangan dan berkomitmen menyelesaikan sanksi tersebut pada waktunya sehingga tidak menghambat target PSM menghadapi kompetisi musim ini,” tegas Fajrin.

Comment