MEDIAWARTA, MAKASSAR — PT Pegadaian memperluas penyelenggaraan Gold Run ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ajang lari yang memadukan olahraga dengan edukasi keuangan ini menjadi penyelenggaraan pertama di luar Pulau Jawa setelah sebelumnya digelar di Jakarta.
Makassar dipilih sebagai kota pertama di luar Jawa yang menjadi tuan rumah Gold Run. Kehadiran kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan upaya Pegadaian memperluas jangkauan program inovatifnya ke berbagai daerah di Indonesia.
Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku, Andi Syam, mengatakan Makassar memiliki potensi besar sebagai lokasi penyelenggaraan karena antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga, khususnya olahraga lari, cukup tinggi.
“Event Gold Run ini adalah event pertama yang diselenggarakan di luar Jawa. Sebelumnya sudah pernah kita laksanakan di Jakarta, dan yang pertama dilaksanakan setelah Jakarta adalah di Makassar,” kata Andi Syam dalam media gathering di salah satu hotel di Jalan Gunung Bulusaraung, Makassar, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, Gold Run tidak sekadar dirancang sebagai kegiatan olahraga. Pegadaian membawa pesan yang lebih luas dengan menggabungkan aktivitas fisik dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan keuangan.
Konsep tersebut menjadi pembeda Gold Run dari ajang lari pada umumnya. Peserta tidak hanya diajak menjaga kebugaran, tetapi juga diperkenalkan pada kebiasaan menabung dan berinvestasi emas melalui mekanisme yang sederhana.
Andi Syam menjelaskan, biaya pendaftaran peserta akan dikonversikan menjadi saldo emas. Untuk kategori lari 5K, biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp175.000, sedangkan peserta kategori 10K dikenakan biaya Rp250.000.
“Biaya pendaftarannya itu dikonversi ke emas. Jadi Bapak-Ibu bayar Rp175.000 untuk 5K dan Rp250.000 untuk 10K. Setelah bayar, nantinya dikonversi ke bentuk emas,” jelasnya.
Setelah melakukan pendaftaran, peserta diwajibkan menggunakan aplikasi resmi Pegadaian. Nilai biaya pendaftaran yang telah dikonversikan kemudian masuk sebagai saldo emas pribadi peserta melalui aplikasi tersebut.
Skema ini membuat pengalaman mengikuti Gold Run memiliki nilai tambah. Selain berolahraga dan memperoleh pengalaman dalam sebuah ajang lari, peserta juga mulai memiliki aset emas dari biaya yang mereka keluarkan untuk mengikuti kegiatan.
Bagi Pegadaian, pendekatan tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan investasi emas kepada masyarakat melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Investasi tidak selalu harus dimulai dari nominal besar, tetapi dapat dibangun secara bertahap dan konsisten.
Konsep Gold Run juga sejalan dengan upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan. Pegadaian ingin menunjukkan bahwa emas dapat menjadi salah satu pilihan investasi yang dapat dimulai dengan nilai relatif terjangkau dan dilakukan oleh berbagai kalangan.
Andi Syam berharap pelaksanaan Gold Run di Makassar mendapat respons positif dari masyarakat. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan di kota-kota besar lainnya, khususnya di kawasan Sulawesi hingga Maluku.
Dukungan masyarakat dan media, menurutnya, turut dibutuhkan agar pesan yang dibawa Gold Run tidak berhenti pada kegiatan olahraga semata. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menyiapkan masa depan melalui kebiasaan finansial yang sehat.
Dengan menggabungkan olahraga dan investasi emas, Gold Run di Makassar membawa pesan sederhana: menjaga kesehatan tubuh dapat berjalan beriringan dengan membangun kesehatan finansial. Dari sebuah langkah di lintasan lari, Pegadaian ingin mengajak masyarakat memulai langkah kecil menuju masa depan yang lebih siap.

Comment