Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Imbau Masyarakat Membeli BBM Sesuai Kebutuhan dan Peruntukannya

MEDIAWARTA,MAKASSAR,- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM bersubsidi di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pemantauan terbaru, antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya mengalami kepadatan kini mulai melandai. Pertamina tetap melakukan monitoring secara berkala untuk melihat pergerakan antrean, kondisi stok, serta perkembangan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah sehingga distribusi dapat terus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Peningkatan kebutuhan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan antrean. Dalam tiga bulan terakhir, konsumsi Solar JBT di Sulawesi Selatan menunjukkan kenaikan. Rerata penyaluran harian pada Agustus 2026 tercatat 14,6 persen lebih tinggi dibandingkan Mei 2026. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas logistik dan transportasi serta perubahan pola konsumsi yang berkaitan dengan perbedaan harga antara produk subsidi dan nonsubsidi.

Untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan di lapangan, Pertamina telah meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan. Percepatan distribusi juga dilakukan dengan memajukan jam operasional Depot serta mengoptimalkan armada Mobil Tangki (MT) melalui skema spot charter untuk mendukung suplai ke SPBU yang membutuhkan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kondisi stok saat ini masih terjaga dan langkah penguatan distribusi terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan permintaan di lapangan.

“Stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan saat ini masih aman dan mencukupi. Antrean di sejumlah SPBU juga sudah mulai melandai setelah berbagai langkah penguatan distribusi dan pengaturan pelayanan dilakukan. Kami tetap memantau kondisi setiap wilayah agar penyaluran dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik.

Di lapangan, petugas marshal tetap diaktifkan pada SPBU yang mengalami kepadatan untuk mengatur kendaraan dan menjaga akses jalan tetap lancar. Petugas juga memberikan informasi kepada konsumen mengenai SPBU alternatif yang memiliki antrean lebih landai dan stok tersedia sehingga kendaraan tidak terpusat pada satu lokasi.

Sejalan dengan penguatan distribusi, Pertamina bersama Forkopimda dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Pengawasan mencakup kesesuaian transaksi, nomor polisi kendaraan, serta barcode yang digunakan. Untuk Biosolar, pengisian dilakukan ke tangki asli kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan dan ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga melakukan evaluasi terhadap pola transaksi yang tidak wajar. Apabila berdasarkan hasil verifikasi ditemukan indikasi pembelian berulang atau transaksi anomali, Pertamina dapat melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan, termasuk pemblokiran nomor polisi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Untuk mendukung kelancaran operasional kendaraan angkutan, Pertamina turut berkoordinasi dengan Organda dan Dinas Perhubungan di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk dalam pembahasan kewajaran konsumsi BBM dan skema pengisian yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Lilik mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok di SPBU tetap tersedia dan distribusi terus berjalan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena stok di SPBU tetap tersedia dan distribusi terus berjalan. Penggunaan BBM secara bijak akan membantu menjaga kelancaran antrean dan memastikan penyaluran dapat dinikmati secara merata,” tambah Lilik.

Pertamina akan terus memantau kondisi stok, penyaluran, dan antrean di SPBU Sulawesi Selatan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Apabila menemukan kendala pelayanan maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

 

Comment