EduRun Tourism 2026 Poltekpar Makassar Gabungkan Lari dan Edukasi Pariwisata

Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, A.Md, S.Sos, MM.Par. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR Lari tidak lagi sekadar soal mengejar garis finis dalam EduRun Tourism 2026 yang digelar Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar. Peserta juga diajak mengenal pariwisata Sulawesi Selatan melalui pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab di sepanjang rute.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026), ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-35 Poltekpar Makassar.

Peserta menempuh pilihan rute 6 kilometer dan 10 kilometer, sekaligus mengikuti konsep fun run yang memadukan olahraga dengan edukasi pariwisata.

Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, A.Md, S.Sos, MM.Par., mengatakan EduRun Tourism merupakan pengembangan konsep kegiatan yang telah dilakukan kampus tersebut dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Herry, kegiatan pertama pada 2024 menggunakan nama Fun Tourism dengan konsep lari pada jalur umum. Konsep tersebut kemudian berkembang pada 2025 menjadi Run Tourism, dengan rute yang membawa peserta menyusuri sejumlah kawasan wisata pesisir Makassar, seperti Pantai Biru, Tanjung Bayam, Tanjung Merdeka, Layar Putih hingga kawasan Sungai Jeneberang.

“Pada 2026 ini kami kembangkan lagi menjadi EduRun Tourism. Ada unsur education atau edukasi yang kami masukkan supaya konsepnya berbeda dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya,” kata Herry.

Konsep tersebut terlihat dari mekanisme perlombaan. Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan lintasan, tetapi juga menjawab sekitar enam hingga delapan pertanyaan mengenai pariwisata lokal yang ditempatkan pada sejumlah titik sepanjang rute.

Pertanyaan dijawab melalui pemindaian barcode yang tersedia di titik-titik tertentu. Dengan mekanisme tersebut, kecepatan bukan menjadi satu-satunya ukuran. Peserta juga harus mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, termasuk pengetahuan sederhana mengenai identitas dan julukan Kota Makassar.

Herry menjelaskan, konsep tersebut sengaja dirancang agar kegiatan lari tidak berhenti pada aktivitas fisik. EduRun Tourism diarahkan menjadi bagian dari pengembangan wellness tourism atau pariwisata kesehatan yang menggabungkan kebugaran tubuh, kecerdasan dan kebahagiaan.

“Jadi bukan hanya olahraganya, tetapi ada olah otak dan olah rasa. Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari wellness tourism yang bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga telah dimulai sebelum pelaksanaan EduRun. Pada 14 September 2026, mahasiswa dan sivitas akademika Poltekpar Makassar mengikuti gerak jalan wisata bersih. Peserta menyusuri rute sambil memungut sampah sebagai bagian dari edukasi kepedulian terhadap lingkungan dan destinasi wisata.

Dari sisi partisipasi, antusiasme masyarakat terlihat sejak masa pendaftaran. Kuota resmi sebanyak 500 peserta habis dalam waktu relatif cepat. Keterbatasan kuota bahkan sempat memunculkan sejumlah keluhan dari calon peserta yang tidak kebagian tempat.

Meski demikian, suasana kegiatan tetap meriah. Sejumlah masyarakat turut mengikuti kegiatan secara bebas meski tidak mengenakan atribut resmi EduRun Tourism 2026.

Untuk menambah daya tarik, panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi peserta yang meraih juara pertama, kedua dan ketiga. Dukungan sponsor juga menghadirkan beragam doorprize, mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, televisi hingga voucer hotel.

Bagi Poltekpar Makassar, EduRun Tourism 2026 menjadi salah satu cara memperkenalkan pendekatan baru dalam kegiatan pariwisata berbasis pendidikan. Peserta tidak hanya bergerak dari satu titik ke titik lain, tetapi juga diajak mengenali potensi wisata daerah melalui pengalaman langsung di sepanjang perjalanan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan 35 tahun Poltekpar Makassar yang mengusung semangat kebanggaan dan sinergi untuk membangun masa depan pariwisata berkelanjutan.

Comment