Semarak Cap Go Meh 2026 di Makassar, WALUBI Tekankan Harmoni di Bulan Ramadan

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Perayaan Cap Go Meh 2026 di Makassar berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Digelar pada Selasa (3/3/2026) di Jalan Sulawesi, kawasan Pecinan Makassar, festival budaya tahunan ini tampil lebih sederhana dengan menyesuaikan suasana bulan suci Ramadan, namun tetap meriah dan sarat makna.

Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah WALUBI Sulawesi Selatan tersebut mengusung konsep kolaborasi budaya, kuliner, dan kegiatan sosial. Penyesuaian jadwal serta kemasan acara dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Perwakilan WALUBI Sulawesi Selatan, Erick Lim, menegaskan bahwa nilai utama Cap Go Meh tetap terjaga meski perayaannya dibuat lebih sederhana. Menurutnya, pembatasan intensitas hiburan justru memperkuat pesan kebersamaan dan toleransi lintas umat beragama di Kota Makassar.

Lebih dari 150 tenant UMKM dan sponsor turut meramaikan festival. Seluruh produk kuliner yang dijajakan dipastikan halal dan menggunakan kemasan ramah lingkungan dengan konsep zero waste. Beragam menu khas, mulai dari lontong Cap Go Meh hingga pallubasa, menjadi favorit pengunjung menjelang waktu berbuka puasa.

Rangkaian acara yang digarap oleh Mr Green Production diawali dengan tabuhan beduk menjelang azan Magrib, dilanjutkan buka puasa bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta tausiyah nasional oleh Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Panitia juga memfasilitasi peserta untuk menunaikan salat Magrib dan Tarawih, sementara hiburan malam digelar secara terbatas pukul 21.30–22.30 Wita.

Atraksi budaya tetap menjadi daya tarik utama. Pertunjukan barongsai tonggak, lion dance, Girinaga Dancer, parade beduk, atraksi seni tradisional, hingga sulap cilik membaur dalam satu panggung kebersamaan. Pengunjung juga memadati area ibadah seperti Klenteng Keankong dan Klenteng Xian Ma yang dibuka hingga malam hari.

Dalam sambutannya, Munafri menekankan pentingnya menjaga moderasi dan semangat persatuan. Ia menyebut perayaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan Ramadan menjadi simbol kuat toleransi di Makassar. Selain nilai keberagaman, ia juga menyoroti dampak ekonomi dari festival ini, yang memberi ruang partisipasi bagi ratusan pelaku UMKM serta mendorong perputaran ekonomi di kawasan Pecinan.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Festival Cap Go Meh Makassar 2026. Semoga membawa berkah dan mempererat kebersamaan kita,” ujarnya.

Festival ini turut dihadiri tokoh lintas agama, perwakilan Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), unsur Forkopimda, tokoh pemuda, serta sejumlah SKPD, menegaskan bahwa harmoni dan inklusivitas menjadi napas utama Cap Go Meh tahun ini.

Comment