MEDIAWARTA, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dengan mengikuti evaluasi penyelenggara Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) yang digelar pemerintah melalui Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Evaluasi tersebut dilaksanakan berdasarkan surat resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tertanggal 11 Maret 2026. Meski baru diterima pada 15 Maret 2026 di tengah masa libur akademik dan suasana Ramadan, UMI tetap bergerak cepat merespons agenda penting tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Dalam waktu yang sangat terbatas, tim Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Sumber Daya UMI (LP2S) langsung melakukan konsolidasi internal. Ketua, sekretaris, kepala pusat, hingga tim pendukung bahu-membahu menyelesaikan seluruh dokumen evaluasi yang harus diunggah sebelum tenggat waktu pada 16 Maret 2026 pukul 13.00 WIB.
Kerja cepat dan kolaboratif tersebut membuahkan hasil. Seluruh berkas berhasil dirampungkan dan dikirim tepat waktu, mencerminkan soliditas tim serta komitmen UMI dalam menjaga standar mutu penyelenggaraan program peningkatan kompetensi dosen.
Tahapan selanjutnya, evaluasi dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Presentasi UMI akan dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Nureny selaku Kepala Pusat P3AI LP2S UMI periode 2022–2026, didampingi jajaran pimpinan LP2S serta para instruktur dan fasilitator program.
Partisipasi aktif ini menjadi bukti konsistensi UMI dalam memastikan program PEKERTI dan AA berjalan profesional, terstruktur, dan berkelanjutan. Program tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dosen, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
Melalui evaluasi ini, UMI berharap dapat terus mempertahankan kepercayaan pemerintah sebagai penyelenggara program, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mencetak dosen yang unggul dan adaptif terhadap tantangan pendidikan tinggi di era modern.

Comment