Dari Rasa Ingin Tahu ke Insight: Memahami Proses Riset

MEDIAWARTA, – Di balik setiap keputusan besar—baik di dunia bisnis, kebijakan publik, maupun strategi komunikasi—selalu ada satu hal yang sering tidak terlihat: riset. Riset merupakan fondasi dari setiap studi yang berkualitas. Ia adalah proses sistematis untuk menjawab pertanyaan secara terukur dan biasanya dimulai dari rasa ingin tahu atau keraguan terhadap suatu fenomena, atau kebutuhan untuk memastikan sesuatu secara objektif.

Dari situ, pertanyaan dirumuskan secara lebih terstruktur, lalu ditentukan metode yang tepat untuk menjawabnya. Umumnya riset memiliki dua pendekatan utama. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menguji sesuatu melalui data angka dan statistik. Sementara metode kualitatif membantu menggali persepsi, pengalaman, dan dinamika yang tidak selalu bisa diterjemahkan dalam angka. Dalam praktiknya, keduanya sering dikombinasikan agar menghasilkan pemahaman yang lebih utuh.

Hal inilah yang dibagikan oleh Asti Putri (Lead Research, Co-founder ID COMM) Riset ID COMM bertajuk “Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap?”, saat menjadi dosen tamu dalam sesi kuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong beberapa waktu lalu. “Riset dimulai karena ada sesuatu yang belum pasti. Ada hal yang perlu dicek dengan data, bukan hanya asumsi,” ujarnya.

 

 

 

 

Comment