MEDIAWARTA, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, dalam kuliah umum yang digelar di Arsjad Rashid Lecture Theater, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ide dan budaya dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi global.
Mengusung tema “Creative Generation: Turning Ideas, Culture, and Creativity into Global IP”, Yovie membawakan materi dengan pendekatan yang tidak biasa. Musisi senior tersebut memadukan cerita perjalanan kariernya dengan penggalan lagu-lagu yang telah melekat lintas generasi, sehingga suasana kuliah umum terasa lebih hidup dan dekat dengan peserta.
Dalam pemaparannya, Yovie menekankan bahwa keberlanjutan karya tidak lepas dari nilai kejujuran dan transparansi. Ia mencontohkan perjalanan panjangnya di industri musik yang telah berlangsung lebih dari empat dekade.
“Saya tidak pernah menyangka lagu-lagu itu bisa bertahan puluhan tahun. Itu semua karena kepercayaan, doa, dan dukungan orang-orang di sekitar,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Ia juga menyoroti praktik ekonomi kreatif yang sehat, termasuk dalam pengelolaan grup musik Kahitna. Menurutnya, konflik yang kerap terjadi di industri hiburan sering kali dipicu oleh ketidakjelasan sistem pembagian hak.
“Sejak awal kami membangun dengan kontrak yang jelas dan terbuka. Transparansi itu kunci, sehingga tidak ada ruang untuk konflik,” jelasnya.
Selain itu, Yovie turut menyinggung isu royalti yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menilai regulasi yang ada terus berkembang, namun pelaku industri tetap harus berfokus pada memberikan manfaat bagi masyarakat melalui karya yang berkualitas. Baginya, nilai karya tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari dampaknya bagi pendengar.
Menutup kuliahnya, Yovie membahas perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam industri musik. Ia menyebut AI sebagai keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, pelaku kreatif dituntut untuk adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan identitas dan nilai orisinalitas karya.
Kuliah umum ini mendapat respons positif dari peserta yang memenuhi ruangan.
Kehadiran Yovie tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kreativitas, integritas, dan kemampuan beradaptasi adalah fondasi utama untuk bertahan di industri kreatif yang terus berkembang.

Comment