The Light Mercure Makassar Nexa Pettarani Luncurkan Menu Baru Tanpa Alkohol dengan Sentuhan Lokal Modern

MEDIAWARTA, MAKASSAR — The Light resmi memperkenalkan wajah barunya. Melalui gelaran Launching New Menu yang berlangsung meriah, restoran yang berada di Mercure Makassar Nexa Pettarani ini menegaskan transformasi konsep kuliner dengan menghadirkan menu modern berbasis cita rasa lokal Indonesia—sepenuhnya tanpa alkohol.

Peluncuran tersebut bukan sekadar pergantian menu, melainkan langkah strategis yang menandai perubahan arah pengalaman bersantap. Di tengah tren gaya hidup yang terus berkembang, The Light memilih menghadirkan pendekatan berbeda: eksplorasi rasa, kreativitas sajian, serta atmosfer yang tetap hidup tanpa bergantung pada minuman beralkohol.

Acara berlangsung dinamis dengan kehadiran tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari media, influencer, hingga komunitas pecinta kuliner di Makassar. Rangkaian kegiatan seperti bar show, live cooking, kuis interaktif, hingga parade Food and Beverage menghadirkan pengalaman imersif yang memperkenalkan langsung deretan menu unggulan terbaru.

General Manager Mercure Nexa Pettarani, Wiwied Nurseka, menegaskan bahwa keputusan mengusung konsep non-alkohol merupakan bentuk adaptasi terhadap regulasi sekaligus inovasi bisnis.

“Kami sudah tidak menjual alkohol sejak Februari. Sebagai pelaku usaha, kami mengikuti kebijakan yang berlaku, namun tetap menghadirkan sesuatu yang baru dan berbeda, baik dari sisi makanan maupun minuman,” ujarnya.

Menurut Wiwied, perubahan ini justru membuka ruang eksplorasi yang lebih luas. The Light kini diposisikan bukan sekadar restoran, melainkan representasi gaya hidup baru yang lebih inklusif dan relevan.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih bermakna. Tanpa alkohol, kami fokus pada kekuatan rasa, kreativitas menu, serta suasana yang tetap hidup melalui live music dan interaksi,” tambahnya.

Dari dapur, Surya Sitompul menghadirkan interpretasi baru atas kekayaan kuliner Nusantara. Ia menggabungkan rempah tradisional dengan teknik penyajian modern, menghasilkan menu yang tidak hanya autentik, tetapi juga visual menarik.

Sejumlah hidangan yang mencuri perhatian antara lain Topalada, Chicken Palekko, olahan lawi-lawi dengan salmon, hingga menu populer seperti bakso, steak, burger, Seafood Tom Yum, Bakwan Malang, Garlic Chili Pasta, Fish and Chips, serta Nasi Goreng Pettarani.

“Kami mempertahankan karakter rasa tradisional, namun dikemas dengan pendekatan modern agar memberikan pengalaman baru bagi tamu,” jelas Surya.

Inovasi juga terasa kuat di lini minuman. Food and Beverage Manager, Henry Abdillah, memperkenalkan beragam minuman signature non-alkohol yang kreatif dan menyegarkan, seperti Passion Fruit Mojito, Soft Micropolitan, Cucumber Botanical, Marshmallow and Cream, hingga Dragon Dreams Smoothies.

Tak hanya menarik dari segi rasa dan tampilan, sejumlah minuman tersebut juga mengusung konsep healthy lifestyle dengan memanfaatkan bahan herbal alami seperti bunga telang dan rosella.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, The Light juga menggelar kompetisi fotografi makanan yang mengajak para tamu mengabadikan sajian dengan plating artistik. Aktivitas ini sekaligus memperkuat positioning restoran sebagai destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga visual.

Transformasi ini diharapkan menjadi magnet baru bagi industri kuliner di Makassar. Dengan pendekatan yang lebih segar, adaptif, dan berorientasi pada pengalaman, The Light menegaskan diri sebagai ruang eksplorasi rasa yang selaras dengan dinamika gaya hidup modern.

“Kami berharap masyarakat Makassar dapat menerima perubahan ini dengan baik, dan media turut menyampaikan pesan positif ini kepada publik,” tutup Wiwied.

Comment