Koordinasi dan Konsolidasi Bimas Hindu dan Lembaga Keagamaan Perkuat Pelayanan Umat di Sulawesi Selatan

MEDIAWARTA,MAKASSAR,– Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat Hindu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi bersama lembaga agama dan keagamaan Hindu se-Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (21/6/2026) di Sekretariat Bersama PHDI Sulawesi Selatan Pura Giri Natha Makassar.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai organisasi dan lembaga keagamaan Hindu yang menjadi mitra strategis Bimas Hindu, di antaranya PHDI, Paruman Walaka, WHDI, Yayasan Sadhana, Peradah, LPDG, PSN, ICHI, Prajaniti, KMHDI, hingga BHDM.

Dalam sambutannya, Pembimas Hindu Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, menegaskan bahwa Bimas Hindu hadir sebagai perpanjangan tangan negara dalam urusan agama dan pendidikan Hindu. Oleh karena itu, keberadaan lembaga agama dan keagamaan Hindu menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan umat.

“Bimas Hindu memiliki mitra kerja yang sangat strategis, yaitu lembaga agama dan keagamaan Hindu. Melalui koordinasi dan konsolidasi ini, kita ingin menyamakan persepsi terkait berbagai hal penting dalam pelayanan, bimbingan, pembinaan, serta penyampaian informasi keumatan Hindu di Sulawesi Selatan,” ujar Ayu.

Menurutnya, hubungan antara Bimas Hindu dan lembaga keagamaan Hindu merupakan kemitraan yang saling melengkapi. Bimas Hindu berperan dalam memfasilitasi berbagai kebutuhan administratif dan program pemerintah, sementara lembaga keagamaan menjadi representasi umat yang berada langsung di tengah masyarakat.

“Penguatan koordinasi dan konsolidasi ini tentunya akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat Hindu. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik,” tambahnya.

Selain membahas penguatan kerja sama, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyerap berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi organisasi keagamaan Hindu di lapangan. Salah satu isu yang mengemuka adalah tantangan terkait dukungan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan keumatan.

Pembahasan ini menjadi semakin penting mengingat pada tahun 2027 direncanakan akan digelar sejumlah agenda dan event keagamaan Hindu, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih intensif agar seluruh program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi umat Hindu.

Melalui kegiatan koordinasi dan konsolidasi ini, diharapkan tercipta kesamaan langkah dan komitmen bersama antara Bimas Hindu dan seluruh lembaga keagamaan Hindu dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang lebih efektif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan umat di Sulawesi Selatan.

Comment