MEDIAWARTA, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempercepat digitalisasi pelayanan publik melalui pengembangan aplikasi super Lontara+. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, Pemkot Makassar memperkenalkan tiga fitur baru yang terintegrasi dalam platform tersebut.
Peluncuran fitur baru itu disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin usai memimpin upacara bendera di Lapangan Karebosi, Makassar.
Munafri mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, inklusif, dan transparan bagi masyarakat.
“Ini bukan hadiah, melainkan hak yang dimiliki oleh warga Kota Makassar untuk mendapatkan kemudahan akses pelayanan dari pemerintah,” kata Appi sapaan akrabnya, Senin (17/8/2026).
Tiga fitur baru yang diperkenalkan dalam Lontara+ mencakup layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), administrasi kependudukan, serta Makassar Moves.
Melalui fitur pembayaran PBB, masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan kewajiban pajak dengan lebih praktis. Fitur tersebut juga dilengkapi program apresiasi bagi masyarakat yang taat membayar pajak.
Sementara layanan administrasi kependudukan terintegrasi dengan kebutuhan dokumen warga. Masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan, seperti pengurusan akta kelahiran dan pembaruan data kartu keluarga, tanpa harus datang dan mengantre secara langsung di kantor Disdukcapil.
Fitur lainnya, Makassar Moves, dirancang sebagai ruang partisipasi warga yang melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, jogging, dan bersepeda.
Melalui fitur tersebut, warga dapat melaporkan persoalan yang ditemukan di ruang publik, termasuk kerusakan infrastruktur maupun fasilitas umum. Laporan yang masuk diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan pemantauan dan tindak lanjut secara lebih cepat.
Selain pengembangan layanan digital, Appi juga menyampaikan apresiasi kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Makassar yang menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap formasi penyu yang ditampilkan Paskibra dalam prosesi pengibaran bendera. Menurutnya, formasi tersebut membutuhkan konsentrasi, kesiapan fisik, serta mental yang kuat.
“Formasi yang ditampilkan membutuhkan konsentrasi, fisik, dan mental yang luar biasa. Tidak semua anak memiliki kesempatan emas ini,” ujarnya.
Pemkot Makassar berharap pengembangan Lontara+ dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan kota.
Integrasi berbagai layanan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin responsif, transparan, dan mampu mengikuti kebutuhan masyarakat di era digital.

Comment