MEDIAWARTA,- Bertepatan dengan momen Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week) 2026 yang diperingati sepanjang minggu pertama bulan Agustus, Universitas Respati Indonesia (URINDO) bekerja sama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) menggelar puncak rangkaian Program SAPA NETRA (Support, Advokasi, dan Pendidikan Aksesibel bagi Ibu Tunanetra dalam Menyusui) pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sejalan dengan tema Pekan Menyusui Sedunia tahun ini yang berfokus pada memperkuat dan melanjutkan jejaring dukungan menyusui yang sudah berjalan dengan baik, SAPA NETRA hadir memperluas cakupan dukungan bagi kelompok rentan disabilitas netra agar tidak ada satu pun ibu yang tertinggal dalam memberikan ASI bagi buah hatinya.
Berlokasi di Ruang Betkarya Lt. 6, Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), acara puncak ini menghadirkan momen yang sangat istimewa. Puluhan peserta kawan tunanetra melakukan edukasi interaktif dan praktik langsung (hands-on) menggunakan Kit Taktil 3D serta membaca Modul Braille yang didampingi langsung oleh pakar laktasi senior Indonesia, dr. Utami Roesli, Sp.A., IBCLC, FABM, dan pegiat perlindungan menyusui, DR. Irma Hidayana, MPH.
Ketua Tim Pelaksana SAPA NETRA, Kusmayra Ambarwati, M.Kes, menyampaikan bahwa perayaan Pekan Menyusui Sedunia menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali hak kesehatan reproduksi dan laktasi bagi seluruh perempuan tanpa diskriminasi.
“Semangat Pekan Menyusui Sedunia adalah memastikan sistem dukungan di sekitar ibu baik keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan komunitas berjalan secara berkelanjutan. Keterbatasan penglihatan tidak boleh membatasi hak seorang ibu untuk menyusui bayinya secara mandiri. Hari ini sangat spesial karena kawan-kawan netra tidak hanya membaca modul Braille bersama dr. Utami Roesli, tetapi juga mempraktikkan langsung posisi-pelekatan, teknik perah Marmet, hingga pemberian ASIP berbasis rabaan taktil. Kita hadir untuk memperkuat sistem dukungan inklusif tersebut,” tegas Kusmayra.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Pelaksana Kusmayra Ambarwati, perwakilan DPP PERTUNI yang diwakili oleh Agatha Febriany Anjarsari, S.S. (Ketua 1 Bidang Advokasi dan Kerja Sama DPP PERTUNI), serta pembukaan resmi oleh Rektor URINDO yang diwakili oleh Kepala LPPM URINDO, Dr. Ns. Thika Marliana, M.Kep., Sp.Kep.J.
Sesi utama diawali dengan pembacaan Modul Braille bersama dalam kelompok kecil yang dipandu oleh tim pelaksana dan dr. Utami Roesli, dilanjutkan dengan sesi praktik hands-on pelekatan dan posisi menyusui. Selain pembekalan teknis laktasi, kawan tunanetra juga mendapatkan edukasi penting mengenai advokasi dan perlindungan menyusui dari bahaya pemasaran susu formula yang tidak etis melalui pengenalan inovasi WA Bot Pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI oleh DR. Irma Hidayana, MPH.
Melalui pelatihan hands-on yang didukung pendanaan DIKTI SAINTEK ini, Program SAPA NETRA diharapkan mampu mencetak kader peer counselor (konselor sebaya) di lingkungan PERTUNI yang siap melanjutkan rantai dukungan bagi sesama ibu tunanetra di daerahnya masing-masing secara aman, mandiri, dan bermartabat.

Comment