MEDIAWARTA, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk terus mempertegas komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tidak hanya menghadirkan pelatihan, perusahaan juga membuka akses promosi dan pasar agar produk-produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional hingga internasional.
Head of External Relations Regional & Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Trans Studio Mall Makassar, PT Vale kembali menghadirkan pelatihan komprehensif bagi pelaku UMKM. Materi yang diberikan mencakup penguatan manajemen usaha, strategi pemasaran, peningkatan kualitas produksi, hingga pengembangan merek (branding).
“Kami ingin pelaku UMKM di wilayah lingkar operasional PT Vale semakin mandiri, memiliki daya saing yang kuat, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga membuka peluang promosi agar produk mereka semakin dikenal masyarakat,” ujar Endra saat ditemui di sela kegiatan, Jumat (10/7/2026).
Selain peningkatan kapasitas, PT Vale juga menyediakan ruang pamer bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan beragam produk unggulan daerah kepada masyarakat.
Menurut Endra, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Dari berbagai produk yang dipamerkan, sektor Food and Beverage (F&B) atau makanan dan minuman menjadi salah satu yang paling diminati pengunjung.
“Produk seperti keripik pisang dan kopi Robusta yang dibudidayakan di kawasan sekitar Danau Matano, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi komoditas yang paling banyak dicari selama pameran berlangsung,” ungkapnya.
Tak hanya produk pangan, kerajinan tangan khas wilayah operasional PT Vale juga berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satunya datang dari Rutina Hubi, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Ia mengaku terpikat dengan kualitas anyaman Teduhu yang dipamerkan di booth PT Vale dan memutuskan membeli salah satu produk berupa tas.
“Mama sangat suka tas hasil kerajinan masyarakat Desa Nuha. Unik, punya ciri khas tersendiri, hasil anyamannya juga sangat halus dan bagus,” ujarnya dengan wajah puas usai berbelanja.
Di sisi lain, PT Vale juga memberikan perhatian besar terhadap pelestarian kerajinan tradisional sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Kelompok Anyaman Teduhu Desa Nuha, Yulianti, mengatakan pihaknya terus melakukan regenerasi perajin agar warisan budaya tersebut tetap lestari. Menurutnya, anyaman Teduhu kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai perlengkapan tradisional, tetapi juga dikembangkan menjadi produk dekorasi dan kriya bernilai ekonomi tinggi dengan sentuhan desain modern.
“Kami mulai membimbing generasi muda agar mampu mengolah bahan baku Teduhu menjadi produk yang lebih menarik tanpa meninggalkan nilai budaya yang dimiliki,” katanya.
PT Vale menilai kolaborasi antara perusahaan, Dekranas, kelompok perajin, dan pelaku UMKM merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, perusahaan berharap semakin banyak produk unggulan dari wilayah operasional PT Vale mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan industri kreatif.

Comment