Pelabuhan Parepare Layani Jalur ke Kalimantan, Arus Penumpang Tumbuh 18 Persen

MEDIAWARTA, PAREPARE — Pelabuhan Parepare kian memperkuat perannya sebagai penghubung transportasi laut dan distribusi logistik antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan. Hingga September 2026, arus penumpang di pelabuhan tersebut mencapai 741.759 orang, meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain melayani mobilitas masyarakat, Pelabuhan Parepare menjadi salah satu jalur pengiriman kebutuhan pokok dan berbagai barang ke sejumlah daerah di Kalimantan, termasuk wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

General Manager Pelindo Regional 4 Parepare, Darwis, mengatakan pelabuhan tersebut melayani pelayaran langsung menuju sejumlah daerah di Kalimantan, antara lain Samarinda, Nunukan, Balikpapan, Bontang, Sangatta, dan Tarakan.

“Ketersediaan jalur tersebut memberikan alternatif perjalanan laut bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Warga tidak harus terlebih dahulu menuju Makassar untuk mengakses sejumlah tujuan di Kalimantan, sehingga Pelabuhan Parepare memiliki nilai strategis bagi mobilitas antarpulau,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

Manfaat konektivitas itu juga dirasakan masyarakat dari wilayah utara Sulawesi Selatan, termasuk Toraja dan Palopo. Akses melalui Parepare dapat menjadi pilihan perjalanan sekaligus mendukung pergerakan barang yang dibutuhkan masyarakat dan pelaku usaha.

Darwis menjelaskan, pengangkutan sembako dan berbagai kebutuhan lainnya dilayani menggunakan kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) serta kapal peti kemas. Kedua layanan tersebut memiliki fungsi berbeda dalam mendukung distribusi logistik antarpulau.

Kapal Ro-Ro memungkinkan kendaraan beserta muatannya keluar-masuk kapal melalui jalur khusus, sedangkan kapal peti kemas digunakan untuk mengangkut barang dalam kontainer. Kombinasi layanan tersebut mendukung pengiriman berbagai jenis muatan sesuai kebutuhan pengguna jasa.

“Konektivitas pelayaran langsung berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Akses yang lebih dekat bagi warga di sejumlah daerah Sulawesi Selatan juga memberikan alternatif dalam merencanakan perjalanan menuju Kalimantan,” jelasnya.

Peningkatan konektivitas itu berjalan seiring dengan pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan. Selain arus penumpang yang mencapai 741.759 orang, arus peti kemas Pelindo Regional 4 Parepare tercatat sebanyak 8.254 box hingga September 2026, meningkat 14,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pada periode yang sama, arus barang nonpetikemas mencapai 854.703,89 ton/m³, atau tumbuh 15,4 persen secara tahunan. Kenaikan pada ketiga indikator tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas pelayanan penumpang dan pergerakan barang melalui Pelabuhan Parepare.

Pertumbuhan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran pelabuhan dalam mendukung kegiatan ekonomi regional. Kelancaran arus penumpang dan logistik menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat, perdagangan antarpulau, serta distribusi barang ke berbagai daerah tujuan.

Pelindo Regional 4 Parepare berupaya menjaga kelancaran operasional melalui peningkatan keandalan layanan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Upaya ini diperlukan agar pertumbuhan aktivitas pelabuhan dapat diimbangi dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan pengguna jasa.

Dengan layanan pelayaran menuju sejumlah kota di Kalimantan dan tren peningkatan arus penumpang serta barang, Pelabuhan Parepare memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas Sulawesi Selatan dengan wilayah lain di Indonesia.

Ke depan, konektivitas tersebut diharapkan turut mendukung distribusi kebutuhan pokok, mobilitas masyarakat, dan hubungan ekonomi antarpulau, termasuk dengan kawasan yang berkaitan dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara.

Comment