Subhanallah, Indahnya Masjid Seoul Central Mosque di Korea Selatan

MEDIAWARTA.COM, SEOUL – Siapa sangka, Korea Selatan (Korsel) yang terkenal dengan industri hiburannya, K-Pop bisa memiliki masjid yang sangat indah dan bersejarah, Masjid Seoul Central Mosque.

Masjid yang beralamat di 39 Usadan-ro 10-gil, Yongsan, Seoul ini berlokasi di antara Sungai Hangang dan Gunung Namsan.

Meskipun Korsel bukan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi keberadaan masjid ini merupakan salah satu kebanggan Negeri Ginseng. Bagaimana tidak, Seoul Central Mosque adalah masjid pertama sekaligus tertua di Korsel. Masjidnya berwarna putih, memiliki menara yang tinggi dengan tulisan “Allahu Akbar” di bagian depannya. Sungguh, terlihat sangat cantik.

Dikutip dari salah satu situs Korea, Seoul Central Mosque didirikan pada 21 Mei 1976. Pendirinya merupakan komunitas Muslim setempat yang bermukim di Distrik Yongsan. Sebelumnya, mereka kebanyakan pendatang dari negara di Timur Tengah.

Masjid ini memiliki arsitektur yang menawan. Bangunannya memiliki tiga lantai dan dindingnya berwarna putih bersih. Terdapat dua menara di bagian depan, berlambang bulan sabit di atasnya. Kubah putih juga menghiasi bagian atapnya.

Yang menjadi ciri khas adalah tulisan Allahu Akbar (dalam bahasa Arab), di bagian atas pintu masuknya. Pengunjung masjid harus menaiki puluhan anak tangga terlebih dulu, untuk masuk ke dalam.

Seoul Central Mosque luasnya sekitar 5.000 meter persegi, mampu menampung 800 jemaah. Selain untuk salat, masjidnya juga berfungsi untuk pengajaran agama Islam. Salah satunya, terdapat Prince Sultan Islam School yang mengajarkan kajian Alquran, hadis Nabi, serta ilmu fiqih. Juga terdapat Islamic Culture Research Institute yang menjadi wadah tempat berkumpul umat Muslim se-Korsel.

Di lantai satu Seoul Central Mosque, difungsikan tempat salat untuk pria. sementara di lantai dua, tempat salat untuk wanita. Turis yang datang dan ingin sekadar melihat bagian dalam masjid tetap diizinkan meskipun bukan Muslim.

Kendati begitu, syaratnya mereka, khususnya wanita harus menutup aurat. Bagi yang mengenakan celana pendek, disediakan kain penutup kaki semacam mukena. Wisatawan juga diminta untuk menghormati dan tidak menganggu umat Muslim yang sedang beribadah.

Kebanyakan, wisatawan yang datang ke sana memang terpikat arsitektur bangunan masjid. Apalagi, Islam bukanlah agama mayoritas di sana sehingga membuat masyarakat setempat penasaran untuk mengetahui lebih detail.

Bagi wisatawan Muslim, datang ke Seoul Central Mosque berarti memberi banyak kemudahan. Selain gampang beribadah, di sekitar masjid terdapat banyak penjaja makanan halal. Jika Ramadan seperti saat ini, lebih banyak lagi penjaja makanan di sana, khususnya pada saat buka puasa dan malam hari.

Nisa Nasifah/Foto: Istimewa

Komentar

Check Also

Ini uang panai orang Tionghoa

MEDIAWARTA.COM – Ini uang panai orang Tionghoa. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, …

Share This
Mediawarta