Laba Pegadaian Melonjak, Kanwil Sulselbarra Maluku Catat Kinerja Gemilang

MEDIAWARTA, MAKASSAR PT Pegadaian (Persero) membukukan kinerja yang mengesankan sepanjang Semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp6,59 triliun atau tumbuh 84,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (SulselBarRa Maluku), pertumbuhan bisnis juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan laba, penyaluran pembiayaan, serta kualitas kredit yang tetap terjaga.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil SulSelBarRa Maluku, Pratikno, mengungkapkan kinerja regional mencatat laba bersih mencapai Rp1,23 triliun hingga akhir Juni 2026 atau meningkat 36,52 persen dibandingkan Semester I 2025. Outstanding Loan (OSL) juga tumbuh 53,16 persen menjadi Rp17,386 triliun.

“Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian sekaligus keberhasilan perusahaan memperluas akses pembiayaan di kawasan timur Indonesia. Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada di level rendah, yakni 0,88 persen,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Secara nasional, pertumbuhan Pegadaian juga ditopang peningkatan aset yang mencapai Rp186,33 triliun atau naik 53,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Outstanding Loan (OSL) gross meningkat menjadi Rp155,1 triliun, sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik dari 0,81 persen menjadi 0,71 persen.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah atas kepercayaan yang terus diberikan kepada perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik.

“Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari transformasi bisnis yang terus dilakukan Pegadaian, termasuk pengembangan ekosistem investasi emas melalui layanan Bank Emas (Bullion Services). Pegadaian kini menyediakan layanan Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas yang didukung jaringan penyimpanan emas berstandar internasional. Inovasi itu juga diperkuat dengan kehadiran aplikasi Tring! untuk memudahkan masyarakat berinvestasi secara aman dan praktis,” papar Damar.

Pegadaian optimistis tren pertumbuhan positif akan terus berlanjut hingga akhir 2026. Perusahaan meyakini meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang aman, ditambah inovasi layanan digital, akan semakin memperkuat kontribusi Pegadaian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Bersama Danantara, Pegadaian juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas inklusi keuangan sekaligus mewujudkan visi MengEMASkan Indonesia melalui layanan yang inovatif dan berkelanjutan.

Comment