MEDIAWARTA,MAKASSAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar terus melaksanakan Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pasca peristiwa air bah yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, saat dua orang wisatawan dilaporkan terseret arus sungai akibat peningkatan debit air secara tiba-tiba dari hulu. Kedua korban diketahui bernama Fajrin dan Ica yang tengah berenang di lokasi kejadian.
Berdasarkan perkembangan terbaru, satu korban berjenis kelamin laki-laki telah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 12.05 WITA. Saat ini, korban sedang dalam proses evakuasi dari aliran sungai menuju permukiman warga untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa upaya pencarian akan terus dimaksimalkan.
“Kami menyampaikan bahwa satu korban berjenis kelamin laki-laki telah berhasil ditemukan -+ 4 km dari lokasi kejadian oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 12.05 WITA. Saat ini, proses evakuasi sedang dilakukan dari lokasi penemuan menuju permukiman warga untuk penanganan lebih lanjut” ucap Arif Anwar
Selanjutnya, Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya dengan melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran Sungai Kalimborang, khususnya pada area hilir yang berpotensi menjadi titik terbawanya korban.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu yang dapat memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba,” lanjut arif
Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI/Polri, serta masyarakat setempat. Namun, derasnya arus sungai dan kondisi medan yang cukup ekstrem menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba.

Comment