Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Stok BBM Aman di Bone, Antrean Dipicu Panic Buying

MEDIAWARTA,-Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Bone dalam kondisi aman dan terkendali, di tengah meningkatnya aktivitas pengisian yang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Antrean terjadi di berbagai kecamatan dengan durasi yang cukup panjang, seiring meningkatnya pembelian yang dilakukan masyarakat. Di sisi lain, harga BBM di tingkat eceran dilaporkan mengalami kenaikan, dengan Pertalite dijual berkisar antara Rp13.000 hingga Rp20.000 per liter, yang turut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan koordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bone guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan optimal.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima penjelasan langsung terkait kondisi di lapangan yang memicu antrean panjang di SPBU.

“Pemerintah daerah telah mendengarkan langsung penjelasan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Tidak ada pengurangan kuota BBM di Bone. Kondisi antrean yang terjadi dipicu oleh panic buying akibat isu kenaikan harga BBM, sehingga masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang berkembang.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bone untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying. Stok BBM di wilayah Bone dalam kondisi aman dan terjaga,” tambahnya.

Sales Branch Manager Sulselbar II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Bone berada dalam keadaan aman dan distribusi tetap berjalan.

“Stok BBM untuk Kabupaten Bone dan sekitarnya dalam kondisi aman. Namun peningkatan pembelian dalam waktu bersamaan menyebabkan distribusi di SPBU berlangsung lebih cepat dari biasanya,” jelas Ridho.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola konsumsi agar distribusi tetap merata.

“Masyarakat diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengisian berulang dalam waktu singkat, sehingga penyaluran dapat berjalan lebih merata,” lanjutnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menambahkan bahwa Pertamina terus memperkuat pengawasan distribusi serta memastikan suplai tetap berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Distribusi BBM terus berjalan dan stok dalam kondisi aman. Penting bagi seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk menjaga pola konsumsi yang wajar agar distribusi tetap stabil dan tidak menimbulkan antrean yang berkepanjangan,” ujar Lilik.

Ia juga menegaskan bahwa informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan dan berdampak langsung pada pola konsumsi di masyarakat.

“Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta tetap melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Pertamina juga mengingatkan bahwa harga BBM di tingkat pengecer berada di luar rantai distribusi resmi perusahaan, sehingga masyarakat disarankan untuk melakukan pembelian di lembaga penyalur resmi guna mendapatkan harga sesuai ketentuan.

Apabila masyarakat menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, dapat melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus melakukan monitoring intensif, memperkuat distribusi, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara optimal di seluruh wilayah operasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment