Pupuk Indonesia Siap Ekspor Urea, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri di Tengah Peluang Global

MEDIAWARTA, JAKARTA PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka peluang ekspor pupuk urea ke pasar internasional di tengah dinamika geopolitik global, dengan tetap menempatkan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas utama. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan nasional dan peluang ekonomi global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa kebijakan ekspor hanya akan dilakukan ketika kebutuhan domestik telah terpenuhi. Hal tersebut disampaikan usai mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam pertemuan dengan perwakilan diplomatik di Jakarta.

Menurut Rahmad, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen urea terbesar di dunia. Di tengah gangguan rantai pasok global, kondisi ini justru membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai penopang kebutuhan pupuk di kawasan regional, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sejumlah negara seperti Australia, India, Filipina, dan Brasil dilaporkan telah menjalin komunikasi untuk mengimpor urea dari Indonesia. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa ekspor hanya akan dilakukan di luar musim tanam agar tidak mengganggu kebutuhan petani dalam negeri.

Dari sisi kapasitas, Pupuk Indonesia memiliki kemampuan produksi urea mencapai 9,4 juta ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan domestik yang berkisar 6–7 juta ton. Selain itu, ketersediaan bahan baku gas alam domestik turut menjadi keunggulan yang memastikan keberlanjutan produksi.

Per April 2026, stok pupuk nasional tercatat sekitar 1,2 juta ton dan terus diperkuat oleh produksi harian yang mencapai puluhan ribu ton. Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan, termasuk dalam menghadapi lonjakan permintaan.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga pupuk subsidi tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi harga global. Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan sebelumnya menjadi instrumen penting dalam menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.

Dengan kombinasi kapasitas produksi yang kuat, dukungan bahan baku, serta kebijakan yang terukur, Pupuk Indonesia optimistis dapat memanfaatkan peluang ekspor tanpa mengorbankan kepentingan dalam negeri, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan regional.

Comment