Festival Keberkahan Qurban 2026 Bosowa Peduli Tebar 98 Sapi dan 37 Kambing ke 10 Provinsi

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Bosowa melalui gelaran Festival Keberkahan Qurban 2026 yang berlangsung di Pelataran Masjid 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (27/5/2026).

Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah itu tidak hanya menjadi agenda ibadah tahunan, tetapi juga menghadirkan kolaborasi sosial berskala besar yang melibatkan relawan, UMKM, hingga masyarakat penerima manfaat di berbagai daerah Indonesia.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Id berjamaah, dilanjutkan pembukaan resmi festival, prosesi penyembelihan hewan kurban, hingga makan bersama antara sohibul kurban, relawan, dan para undangan yang hadir.

Head of Bosowa Peduli, Hafid Timur Mas’ud, mengungkapkan, pelaksanaan kurban tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Melalui program Bosowa Peduli, pihaknya berhasil menghimpun dan mendistribusikan sebanyak 98 ekor sapi dan 37 ekor kambing ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Distribusi hewan kurban dilakukan di 10 provinsi dan 17 kabupaten/kota, mulai dari Aceh, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara. Untuk Sulawesi Selatan sendiri, Kota Makassar menjadi wilayah dengan penyaluran terbanyak,” ujar Hafid.

Khusus di Masjid Agung 45 Makassar, sebanyak 26 ekor sapi disembelih langsung di lokasi kegiatan. Sementara hewan kurban lainnya disalurkan ke berbagai daerah sebagai bagian dari pemerataan manfaat bagi masyarakat, kelompok penerima bantuan, hingga lingkungan operasional Bosowa.

Menurut Hafid, Festival Keberkahan Qurban 2026 sengaja dikemas tidak sekadar sebagai kegiatan penyembelihan dan pembagian daging kurban, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami melibatkan sekitar 80 relawan yang berasal dari karyawan Bosowa, mahasiswa Universitas Bosowa, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Selain itu, ada sekitar 20 UMKM lokal yang turut dilibatkan untuk meramaikan festival sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Bosowa Peduli juga kembali menerapkan penggunaan besek sebagai wadah distribusi daging kurban guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung gerakan ramah lingkungan dan pengelolaan distribusi yang lebih berkelanjutan.

Hafid memperkirakan jumlah penerima manfaat program kurban tahun ini mencapai sekitar 7.000 hingga 8.000 orang. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan hasil distribusi daging kurban yang tersebar di berbagai wilayah penerima manfaat.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Keberkahan Qurban 2026 yang dinilai mampu membangun kolaborasi sosial antara perusahaan, masyarakat, relawan, dan pelaku UMKM.

“Kegiatan ini bukan sekadar ritual pemotongan dan distribusi hewan kurban, tetapi menjadi bentuk kolaborasi yang melibatkan masyarakat secara luas, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” kata Munafri yang akrab disapa Appi.

Ia juga menilai transformasi Bosowa Peduli menjadi lembaga amil zakat merupakan langkah positif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan membantu program Pemerintah Kota Makassar, khususnya di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini.

Munafri berharap distribusi hewan kurban dapat tepat sasaran sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat ikut merasakan kebahagiaan pada momentum Hari Raya Idul Adha.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bosowa Peduli atas kepeduliannya kepada masyarakat. Semoga semangat berbagi seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” tutupnya.

Melalui Festival Keberkahan Qurban 2026, Bosowa kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program sosial yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, pemberdayaan ekonomi lokal, dan keberlanjutan lingkungan di tengah masyarakat.

Comment