Makassar Bidik Investasi Global Lewat Forum Diplomasi 28 Negara

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR Ajang Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar tak sekadar menjadi etalase kuliner dan budaya Sulawesi Selatan di hadapan dunia. Forum yang menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara itu juga membuka jalan baru bagi Makassar untuk memperluas kerja sama investasi, perdagangan, pariwisata, hingga pembangunan infrastruktur.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, antusiasme para delegasi internasional yang hadir menunjukkan tingginya ketertarikan terhadap potensi ekonomi dan pengembangan Kota Daeng. Menurutnya, sejumlah peluang investasi yang dipaparkan dalam forum tersebut telah mendapat respons positif dan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih rinci.

“Kami berharap para duta besar dan delegasi yang hadir bisa melihat langsung potensi Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum. Yang paling penting adalah memastikan investasi dapat masuk dengan baik, aman, dan nyaman. Beberapa negara sudah menunjukkan minat yang serius, dan akan kami lanjutkan dalam forum bisnis yang lebih detail,” ujar Munafri di Hotel Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).

Munafri menekankan, Pemerintah Kota Makassar tidak ingin agenda diplomasi internasional berhenti pada promosi semata. Setiap forum yang digelar, kata dia, harus berujung pada kerja sama nyata yang memberi dampak langsung bagi pertumbuhan daerah.

“Tujuan kami bukan hanya mengekspos keunggulan daerah, tetapi memastikan di ujung kegiatan ini ada kerja sama yang bisa segera direalisasikan. Banyak peluang yang terbuka, mulai dari perdagangan, investasi hingga pengembangan sektor strategis lainnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, sedikitnya delapan negara telah menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Pemerintah Kota Makassar untuk membahas peluang kolaborasi secara lebih mendalam. Sejumlah pembicaraan bahkan akan diawali melalui skema sister city sebagai pintu masuk penguatan hubungan antarwilayah.

Menurut Munafri, sektor yang ditawarkan kepada investor asing cukup beragam, mulai dari pengembangan industri, ekowisata, sport tourism, hingga pembangunan infrastruktur perkotaan. Baginya, kemajuan Makassar ke depan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan berbagai negara yang memiliki ketertarikan terhadap potensi daerah.

Salah satu potensi unggulan yang turut dipromosikan dalam forum tersebut adalah wisata bahari Kepulauan Spermonde. Gugusan pulau yang berada tak jauh dari pusat Kota Makassar itu dinilai memiliki daya tarik besar karena menawarkan panorama alam yang masih terjaga, sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan potensi wisata yang dimiliki dapat ditawarkan kepada para investor dan mitra internasional. Tidak semua daerah memiliki gugusan pulau seperti Spermonde. Dengan jaraknya yang dekat dari kota dan keindahan alam yang dimiliki, ini menjadi keunggulan kompetitif Makassar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan,” jelasnya.

Selain potensi investasi, Munafri juga menyoroti kesan positif para delegasi selama mengikuti rangkaian kegiatan IGS di Makassar. Menurut dia, para peserta tidak hanya melihat peluang kerja sama ekonomi, tetapi juga terkesan dengan penyelenggaraan acara yang dinilai profesional, serta kekayaan kuliner dan budaya lokal yang ditampilkan.

“Mereka sangat menyambut baik kegiatan ini. Selain melihat peluang kerja sama yang terbuka, para delegasi juga sangat terkesan dengan kuliner dan keramahan masyarakat Makassar. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat citra kota kita di tingkat internasional,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, memastikan hasil dan peluang kerja sama yang lahir dari forum tersebut tidak akan berhenti pada seremoni. Pemerintah pusat, kata dia, akan ikut mengawal tindak lanjutnya agar berujung pada kerja sama konkret.

“Kementerian Luar Negeri akan menindaklanjuti serta mengawal berbagai hasil dan peluang kerja sama yang lahir dari kegiatan ini melalui komunikasi intensif dengan para perwakilan negara sahabat di Jakarta, serta 131 Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Jadi, proses ini tidak berhenti pada acara hari ini. Kami akan terus memastikan berbagai peluang yang terbuka dapat ditindaklanjuti secara konkret,” ujar Heru.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan IGS di Makassar bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Makassar dan Sulawesi Selatan, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan. Forum ini, menurutnya, telah membuka ruang yang luas untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, sekaligus promosi budaya Indonesia di panggung global.

“Kesuksesan Makassar adalah kesuksesan Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Kegiatan ini telah membuka peluang yang luar biasa bagi penguatan kerja sama internasional, serta memperkenalkan potensi Indonesia kepada dunia,” pungkasnya.

Comment