MEDIAWARTA, MAKASSAR — Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia Timur memasuki babak baru. PT BYD Motor Indonesia membawa rangkaian teknologi elektrifikasi terbarunya ke Makassar melalui BYD Tech Culture Fest 2026, sekaligus memperkuat langkah perusahaan memperluas ekosistem kendaraan energi baru di luar Pulau Jawa.
Makassar dipilih sebagai kota keenam dalam rangkaian BYD Tech Culture Fest 2026. Kehadiran pameran ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Makassar, terutama di tengah kebutuhan kota metropolitan tersebut untuk mengendalikan emisi kendaraan dan mendorong sistem transportasi yang lebih efisien serta berkelanjutan.
Head of Training BYD Auto Indonesia, Enung Nurhasanah, menyebut posisi Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur membuat kota ini memiliki potensi besar dalam pengembangan mobilitas berbasis energi baru.
Menurutnya, kebutuhan mobilitas masyarakat di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur terus meningkat. Karena itu, kendaraan masa depan tidak hanya dituntut rendah emisi, tetapi juga mampu memberikan efisiensi biaya serta kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.
“Sejak hadir di Indonesia pada 2024 hingga 2026, penerimaan masyarakat sangat positif. BYD telah membukukan penjualan lebih dari 32.800 unit kendaraan listrik secara nasional dengan pangsa pasar sekitar 36 persen. Khusus di Sulawesi Selatan, sekitar 1.150 unit telah diserahterimakan ke konsumen dengan raihan pangsa pasar mendekati 30 persen,” kata Enung saat membuka BYD Tech Culture Fest 2026, Rabu (2/9/2026).
Ekspansi BYD juga dibarengi penguatan jaringan layanan purnajual. Secara nasional, jaringan diler perusahaan telah menembus lebih dari 100 showroom. Sementara di Pulau Sulawesi, lima jaringan telah beroperasi dan perusahaan menargetkan perluasan hingga lebih dari 12 titik di sejumlah lokasi strategis.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat langsung sejumlah teknologi yang menjadi bagian dari pengembangan kendaraan listrik BYD, termasuk Blade Battery dan platform e-Platform 3.0.
Tak hanya mengandalkan kendaraan listrik murni, BYD turut memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) melalui BYD M6 DM. Teknologi hibrida tersebut menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter dan menjadi alternatif bagi konsumen yang masih mempertimbangkan faktor jarak tempuh dalam beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Dari sisi pemerintah daerah, perkembangan kendaraan rendah emisi dinilai relevan dengan persoalan transportasi yang dihadapi Makassar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Makassar, Drs. H. Zainal Ibrahim, mengatakan pertumbuhan jumlah kendaraan menjadi tantangan tersendiri bagi kota.
“Dari sekitar 6 juta populasi kendaraan di Sulawesi Selatan, hampir 2 juta unit berpusat di Makassar. Kondisi ini menuntut kita menekan emisi gas buang sekaligus mencari alternatif transportasi yang menekan biaya mobilitas warga,” ujar Zainal.
Ia menilai kehadiran BYD Tech Culture Fest 2026 tidak semata-mata berkaitan dengan penjualan kendaraan. Pameran tersebut juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi otomotif dan perubahan menuju industri transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Pemkot Makassar juga melihat perkembangan industri kendaraan energi baru memiliki potensi ekonomi yang lebih luas. Ekspansi jaringan otomotif dinilai dapat menciptakan peluang kerja bagi tenaga teknis, membuka ruang usaha baru di sektor perawatan kendaraan, serta mendorong pertumbuhan berbagai jasa pendukung.
Gelaran BYD Tech Culture Fest 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Mario Said.
Masyarakat juga mendapat kesempatan mencoba langsung sejumlah kendaraan melalui fasilitas test drive, sehingga pengunjung tidak hanya melihat teknologi yang dipamerkan, tetapi dapat merasakan pengalaman berkendara kendaraan elektrifikasi secara langsung.
Dengan masuknya teknologi kendaraan listrik dan hibrida yang semakin beragam, Makassar berpeluang memainkan peran lebih besar dalam percepatan ekosistem mobilitas rendah emisi di Indonesia Timur.

Comment