MEDIAWARTA,JAKARTA, 25 September 2026 — Sinergi kebijakan, inovasi, serta penguatan talenta digital terus menjadi fondasi dalam mendorong transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Semangat tersebut turut tercermin dalam capaian Sulawesi Selatan pada TPID Award 2026 dan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Bone meraih peringkat pertama TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sulawesi, sementara Kota Makassar dinobatkan sebagai TP2DD Kota Terbaik 2026 Wilayah Sulawesi. Prestasi lainnya diraih Andi Muhammad dari Kabupaten Barru yang memperoleh penghargaan kategori Best Knowledge Sharing dalam Katalis P2DD X DIGDAYA Wilayah Sulawesi.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026.
FEKDI x IFSE 2026 diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional” kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan digital nasional.
Acara secara resmi dibuka pada 24 September 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Turut hadir Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 juga disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi (PI) dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Rangkaian kegiatan tersebut turut diwarnai penganugerahan TPID Award dan Championship TP2DD sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan efisiensi tata kelola pemerintah daerah.
Capaian Kabupaten Bone sebagai TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sulawesi menunjukkan peran penting sinergi dan inovasi dalam menjaga stabilitas harga.
Kinerja tersebut didukung penerapan strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, yang diperkuat dengan tata kelola TPID serta implementasi program SONGKO’ BONE
Program tersebut mengintegrasikan berbagai upaya, mulai dari peningkatan produksi, kelancaran distribusi, Gerakan Pangan Murah, Mini Distribution Centre, hingga kerja sama antardaerah.
Berbagai langkah tersebut turut mendukung terjaganya inflasi di Watampone. Pada 2025, inflasi Watampone tercatat sebesar 2,81 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Sulawesi Selatan sebesar 2,84 persen dan nasional sebesar 2,92 persen
Makassar Perkuat Digitalisasi Daerah
Sementara itu, penghargaan sebagai TP2DD Kota Terbaik 2026 Wilayah Sulawesi** mencerminkan upaya Kota Makassar dalam memperkuat digitalisasi daerah, khususnya melalui peningkatan efisiensi tata kelola, konektivitas antarpelaku ekonomi, serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) terus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah melalui berbagai kegiatan, termasuk **High Level Meeting (HLM) TP2DD** dan asistensi yang dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Dukungan serupa juga diberikan dalam pengendalian inflasi. BI Sulsel memperkuat fungsi advisory serta sinergi bersama pemerintah daerah dan stakeholders melalui berbagai program, antara lain HLM TPID, fasilitasi studi tiru ke Nusa Tenggara Barat bersama 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, dukungan operasional Mini Distribution Centre, serta workshop, evaluasi, dan asistensi penyusunan laporan TPID bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat transformasi digital di daerah.
Ke depan, BI Sulsel akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi daerah.
Penguatan sinergi, inovasi, dan tata kelola diharapkan semakin memperluas manfaat transformasi ekonomi dan keuangan digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang berkelanjutan.

Comment