Hujan Makassar Diprediksi Mundur hingga Akhir November, Pemkot Antisipasi Longsor

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan mundur hingga akhir November atau awal Desember 2026. Pemerintah Kota Makassar menyoroti potensi longsor dan genangan serta mendorong percepatan pembersihan drainase dan normalisasi kanal sebelum hujan kembali turun.

Munafri, yang akrab disapa Appi, mengatakan perkiraan tersebut mengacu pada informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah melakukan peninjauan di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin.

“Awal musim hujan diperkirakan mundur sekitar satu bulan dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu, curah hujan diproyeksikan relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Kondisi kering yang berlangsung cukup lama menjadi perhatian Pemkot Makassar karena perubahan kondisi saat hujan mulai turun perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu risiko yang disoroti ialah kemungkinan longsor.

“Karena sudah terlalu lama kering, pada saat air datang kemungkinan longsor ini ada kemungkinan lebih besar,” ungkap Appi.

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Pemkot Makassar berencana mengumpulkan satuan tugas (satgas), lurah, dan camat guna membahas kesiapan menghadapi musim hujan. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat langkah pencegahan, terutama di wilayah yang memiliki saluran air bermasalah atau berpotensi terdampak bencana.

Appi juga mendorong pembersihan drainase secara lebih intensif. Sampah dan endapan sedimen yang menghambat aliran air perlu diangkat agar saluran dapat berfungsi optimal ketika hujan turun.

Ia meminta setiap instansi memulai pembersihan dari lingkungan perkantoran masing-masing. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan saluran air tetap terawat dan tidak tersumbat oleh tumpukan sampah maupun sedimen.

Selain drainase lingkungan, Pemkot Makassar akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan normalisasi kanal, termasuk mengangkat endapan sedimen yang dapat mengurangi kapasitas aliran air.

“Kita harus memastikan faktor-faktor yang menghambat jalannya air bisa dimaksimalkan penanganannya, supaya sedimen-sedimen ini bisa diangkat dan alur air bisa lebih maksimal,” katanya.

Menurut Appi, persiapan menghadapi musim hujan perlu dilakukan sebelum curah hujan meningkat. Karena itu, pembersihan saluran, normalisasi kanal, serta koordinasi antara perangkat daerah hingga tingkat kelurahan dan kecamatan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko genangan dan bencana hidrometeorologi.

Masyarakat juga diharapkan berperan menjaga kebersihan drainase di lingkungan masing-masing dan melaporkan saluran yang tersumbat agar dapat ditangani lebih awal.

Pemkot Makassar akan mengacu pada perkembangan informasi cuaca dari BMKG dalam mempersiapkan langkah selanjutnya. Dengan mengoptimalkan pembersihan saluran air dan memperkuat koordinasi lintas wilayah, pemerintah kota berupaya meminimalkan dampak yang mungkin timbul ketika musim hujan tiba.

Comment