MTQ VIII KORPRI Nasional Digelar, Dishub Makassar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Kota Makassar mulai bersiap menyambut ribuan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026. Ajang yang berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 itu akan membuat sejumlah ruas jalan di pusat kota mengalami pengaturan arus kendaraan.

Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional dijadwalkan berlangsung di Lapangan Karebosi dan diikuti ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kementerian/lembaga, perguruan tinggi negeri, serta perwakilan 38 provinsi di Indonesia.

Untuk menjaga mobilitas peserta sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas.

Kepala Dishub Kota Makassar Muhammad Rheza mengatakan pengaturan arus akan difokuskan di beberapa ruas yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Di antaranya kawasan Benteng Rotterdam, Jalan Penghibur, Jalan Riburane, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Kartini, hingga Jalan Kajolalido.

“Kita rekayasa jalannya di seputaran Benteng Rotterdam, Riburane dan Ahmad Yani, termasuk juga Jalan Sudirman, Kartini dan Kajolalido,” ujar Rheza.

Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan pada Senin, 24 Agustus 2026. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kepadatan kendaraan serta rangkaian kegiatan MTQ.

Salah satu perhatian utama berada di Jalan Penghibur, tepat di depan kawasan Benteng Rotterdam. Dishub tidak menutup ruas tersebut secara total karena jalur itu menjadi salah satu akses penting menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sebagai gantinya, arus kendaraan akan dipisahkan menggunakan barrier. Sebagian ruas tetap dibuka untuk kendaraan, sedangkan sisi lainnya digunakan untuk mendukung pergerakan defile peserta MTQ.

“Kita rencana membagi dua jalanan di situ. Karena kita tidak bisa menutup full karena itu akses utama menuju bandara. Jadi kita bagi dua pakai barrier,” jelas Rheza.

Pengaturan serupa akan diterapkan di kawasan Bundaran Tugu Mandiri. Dishub akan memberlakukan sistem buka-tutup arus kendaraan yang disesuaikan dengan pergerakan defile peserta.

Sementara itu, beberapa ruas berpotensi mengalami penutupan penuh, terutama Jalan Riburane menuju Karebosi serta jalur dari depan Balai Kota menuju kawasan Karebosi. Pengaturan tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi rangkaian kegiatan sekaligus menjaga keselamatan peserta.

Dishub juga telah menyiapkan sejumlah titik parkir. Jalan Kajolalido akan dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi parkir bus peserta. Adapun Jalan Kartini dan Jalan Sudirman disiapkan sebagai area parkir sekaligus mendapat pengawasan petugas untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.

Untuk kendaraan dari arah Jalan Nusantara, arus akan diarahkan tetap lurus menuju kawasan Benteng Rotterdam kemudian ke Somba Opu. Sementara kendaraan dari arah Somba Opu maupun Pantai Losari tidak diarahkan berbelok menuju Jalan Riburane, melainkan diteruskan ke arah Nusantara.

Masyarakat dari Jalan Hasanuddin yang hendak menuju Balai Kota dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Somba Opu. Pilihan lainnya yakni berbelok ke Jalan Thamrin, kemudian menuju Amangappa dan selanjutnya ke Jalan Sudirman.

Rheza mengingatkan, sejumlah titik diperkirakan menjadi lokasi rawan kepadatan, terutama kawasan Jalan Hasanuddin–Patimura serta Jalan Penghibur menuju Tugu Mandiri.

Karena itu, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan diimbau memilih jalur alternatif. Pengguna kendaraan juga diminta memperhatikan arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung.

“Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan di Kota Makassar untuk Senin sore agar menghindari Jalan Penghibur sekitar Benteng Rotterdam, kemudian Jalan Riburane dan Jalan Ahmad Yani. Karena akan ada kegiatan penutupan dan pengaturan lalu lintas dalam rangka MTQ,” imbau Rheza.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas merupakan bagian dari dukungan Pemkot Makassar sebagai tuan rumah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026. Pengaturan dilakukan agar agenda nasional tersebut dapat berlangsung tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Dengan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Makassar berharap pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.

Comment