Lansia di Wajo Hilang Usai Terjatuh di Irigasi Dekat Rumahnya, Tim SAR Cari

MEDIAWARTA,-Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan terjatuh ke saluran irigasi dan terbawa arus di Desa Wage, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5).

Korban diketahui bernama Langasi (70 tahun). Berdasarkan informasi yang diterima petugas comm center Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari BPBD Wajo pada pukul 15.20 WITA, kejadian terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Korban dilaporkan tenggelam dan terseret arus saluran irigasi yang berada sekitar 600 meter dari rumahnya.

Menurut keterangan saksi, korban terlihat terbawa arus dan sempat akan ditolong oleh warga sekitar. Namun derasnya arus saluran irigasi menyebabkan upaya pertolongan tidak berhasil dilakukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bone diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.35 WITA dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR. Dengan waktu tempuh dua jam, tim rescue dari Pos Bone tiba pada malam hari sehingga belum melakukan proses pencarian di hari pertama namun tetap berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat dan keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel dan peralatan guna mempercepat proses pencarian korban.

“Setelah menerima informasi dari BPBD Wajo, kami segera menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian. Saat ini tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir area saluran irigasi dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik keberadaan korban. Kami juga berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat agar operasi pencarian dapat berjalan secara optimal,” ujar Arif.

Arif menambahkan bahwa di pencarian hari kedua, Senin (25/5) dilakukan dengan memperluas area pencarian melalui pembagian sektor pencarian (SRU) guna memaksimalkan efektivitas operasi.

“Pada hari kedua operasi SAR, tim gabungan melaksanakan briefing dan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Strategi ini dilakukan untuk memperluas area pencarian mulai dari saluran irigasi hingga Sungai Walanae yang menjadi jalur potensial terbawanya korban. Kami berharap dengan pengerahan personel, peralatan, dan metode pencarian yang lebih luas, korban dapat segera ditemukan,” kata Arif.

Pencarian hari kedua dimulai pada pukul 07.00 WITA dengan pembagian tugas sebagai berikut, SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan metode body rafting dari lokasi kejadian menuju muara saluran irigasi yang terhubung ke Sungai Walanae sejauh kurang lebih 1 kilometer. SRU 2 melakukan pencarian menggunakan dua unit perahu karet di Sungai Walanae, mulai dari muara saluran irigasi hingga wilayah Bonto Tenne sejauh sekitar 5 kilometer. Dan SRU 3 melakukan pencarian menggunakan satu unit perahu karet dari Bonto Tenne hingga Jembatan Cappie sejauh sekitar 5 kilometer.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, SAR Brimob, BPBD Kabupaten Wajo, Damkar Kabupaten Wajo, PMI Wajo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.

Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil operasi SAR di lapangan.

Comment