Aksa Mahmud Jadi Pemegang Saham Terbesar Holding Fajar Group

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR Pendiri Bosowa Corporindo, HM Aksa Mahmud, resmi menjadi pemegang saham terbesar di PT Fajar Indonesia Corporindo, perusahaan induk yang menaungi seluruh unit usaha Fajar Group.

Langkah ini menandai perubahan penting dalam struktur kepemilikan perusahaan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kelompok usaha media terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Direktur Utama PT Fajar Indonesia Corporindo, Suhendro Boroma, mengungkapkan kepemilikan saham HM Aksa Mahmud kini mencapai 49,88 persen. Porsi tersebut diperoleh setelah mengakuisisi 40,5 persen saham milik Jawa Pos serta 5,6 persen saham milik Dorothea Samola. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (23/7/2026), yang turut dihadiri HM Aksa Mahmud, Andi Syafiuddin Makka, Syamsu Nur, dan Rektor Universitas Bosowa, Prof. Batara Surya.

Menurut Suhendro, setelah HM Aksa Mahmud, kepemilikan saham terbesar berikutnya berada di tangan ahli waris pendiri Fajar Group, almarhum HM Alwi Hamu, dengan sekitar 32 persen. Sejumlah tokoh lainnya juga masih tercatat sebagai pemegang saham, termasuk Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla, bersama Syamsu Nur, Andi Syafiuddin Makka, Zulkifli Gani Otto, serta Fajar Perintis. Namun, ia menegaskan rincian kepemilikan masing-masing tidak dapat dipublikasikan karena PT Fajar Indonesia Corporindo masih berstatus perusahaan tertutup.

Suhendro juga meluruskan bahwa proses akuisisi dilakukan langsung oleh HM Aksa Mahmud sebagai individu, bukan melalui Bosowa Corporindo ataupun badan usaha lain yang berada di bawah naungan grup tersebut. Dengan demikian, kepemilikan saham sepenuhnya tercatat atas nama pribadi Aksa Mahmud.

“Pembelian saham Jawa Pos dan Ibu Dorothea dilakukan oleh Pak Aksa atas nama pribadi,” ujarnya.

Masuknya HM Aksa Mahmud sebagai pemegang saham mayoritas dinilai menjadi babak baru bagi perjalanan PT Fajar Indonesia Corporindo yang selama ini mengelola berbagai lini bisnis, mulai dari media cetak, media digital, televisi, properti, layanan kesehatan, transportasi, hingga sektor pendidikan tinggi.

Perubahan komposisi kepemilikan ini diharapkan memperkuat fondasi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri media dan pengembangan bisnis ke depan, sekaligus menjaga eksistensi Fajar Group sebagai salah satu perusahaan dengan pengaruh besar di Indonesia Timur.

Comment